Duet Amar-Nani Mantap Daftar ke KPU 29 Agustus

banner 120x600

Foto. Leo Supardinata, Ketua 1 Relawan Kabupaten Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah dan Hj Hanipah Musyafirin.

Taliwang, Hariansumbawa – Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah dan Hj. Hanipah Musyafirin (Amar-Nani) menyatakan siap mendaftar ke KPU pada 29 Agustus nanti.

Kepastian mendaftar di KPU Sumbawa Barat itu, setelah pasangan dengan tagline “AMANAH” itu mengantongi SK B1KWK dari sejumlah partai politik pendukung seperti PDI-P, PKS, PPP dan Golkar.

“Dukungan dari sejumlah parpol ini telah memenuhi bahkan melebihi syarat minimal untuk mengusung calon di Pilkada KSB yang membutuhkan lima kursi DPRD,” ungkap Ketua 1 Relawan Kabupaten Amar-Nani, Leo Supardinata, saat diwawancara media ini pada, Minggu, 25 Agustus 2024.

“PDIP 5 kursi, PKS 3 kursi, PPP 2 kursi dan Golkar 3 kursi. Jadi Insya Allah kita sudah sangat siap mendaftar ke KPU,” sambungnya.

Pasangan Amar-Hanipah direncanakan bertandang ke KPU Sumbawa Barat, pada hari terakhir pendaftaran 29 Agustus 2024. Partai pendukung, tim pemenangan, dan relawan lebih dulu akan mengadakan rapat untuk membahas teknis pendaftaran dan deklarasi.

“Pastinya seluruh tim dan relawan dari 3 Zona di 8 kecamatan kita undang saat pendaftaran dan deklarasi,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, tim relawan Amar-Nani telah terbentuk di seluruh desa/kelurahan hingga dusun se- Kabupaten Sumbawa Barat.

Relawan di setiap desa/kurahan dan dusun ini, masing-masing bertugas mengenalkan seluruh gagasan Amar-Nani untuk pembangunan KSB 5 tahun ke depan.

Leo juga mengatakan, pihaknya tetap komit mengusung politik silaturrahmi dengan  mengedepan etika dan sopan santun.

Relawan dan pendukung ditekankan harus dapat  menahan diri untuk tidak terpancing isu-isu provokatif serta hal lain yang tujuannya hanya untuk memecah belah.

Menurutnya, sesuai dengan tagline AMANAH, relawan juga ditekankan untuk tidak berkomunikasi dengan cara sarkastik serta tidak memperhatikan budaya dan sopan santun karena akan memberikan efek yang tidak baik pada warga.

“Tidak pula memainkan politik kepentingan kelompok yang berbasis pada isu kepemimpinan putra lokal karena sangat kontraproduktif serta bisa mencabik dan mengoyak ikatan kebangsaan,” jelasnya,

“Politik yang mengedepankan tata krama, etika, serta sopan santun akan membuat situasi pemilu lebih sejuk dan adem. Apalagi dibarengi dengan sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama,” tutupnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *