Foto. Muhammad Iksan, SH pelatih yang juga pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) KSB saat menyegel Kantor Sekretariat KONI KSB
Hariansumbawa, Sumbawa Barat – Kantor Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KONI KSB) disegel pada, Senin (23/10/2022) pagi. Hal itu terjadi, dikarenakan kinerja KONI KSB dinilai bobrok dan sangat jauh dari periode sebelumnya di era kepemimpinan H. Deden Zaidul Bahri, SH saat pimpin organisasi olahraga nasional tersebut.
Selain dipandang bobrok, buntut kekecewaan penyegelan kantor KONI KSB ditengarai belum adanya kejelasan terkait pelaksanaan Pelatda. Ditambah lagi KONI KSB diduga tidak mengedepankan azas transfaransi pengelolaan dana organisasi.
“Segel boleh dibuka karena kami memberi kesempatan untuk mengurus administrasinya, jika tidak ada tindak lanjut maka kami akan melakukan penyegelan kembali. Dan kami tidak akan mengijinkan untuk dibuka, sebelum mereka merealisasikan apa yang menjadi tuntutan kami,” jelas Muhammad Iksan, SH pelatih yang juga pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) KSB saat ditemui media Harian Sumbawa.

Harapannya, kata Ikhsan akrab disapa, segera proses pencairan dana talangan Pelatda dan segera gelar Rapat Kerja KONI. Karena kalau Pelatda ditunda dan tidak ada kejelasan, maka sama halnya menciderai semangat atlet yang tengah fokus latihan mengejar prestasi.
“Ketua dan Bendahara KONI KSB stop bersandiwara, jangan terkesan tertutup begini dan tidak ada komunikasi sedikitpun ke Cabor terkait kepastian Pelatda. Untuk itu kami berharap Koni tetap jalin komunikasi ke semua cabor agar bisa mencari solusi bersama sehingga persiapan Porprov bulan Februari 2023 nanti sesuai target 4 besar,” tegasnya.
Disinggung soal dana talangan yang belum diganti, ia mengatakan, Bupati sempat membuka kegiatan Pelatda gotong royong bulan Juli lalu, namun ditunda lantaran Porprov juga ditunda. Akibatnya, masing-masing cabor menanggung sendiiri keperluan cabor untuk Pelatda, hingga saat ini uang itu belum dibayarkan oleh KONI KSB.

“Lantaran itu, cabor sampai berspekulasi berhutang hingga puluhan juta untuk persiapan Pelatda, karena KONI KSB berjanji akan mengganti setelah SPJ masuk. Ini jangankan diganti, komunikasi saja tidak ada. Sementara semua cabor butuh kejelasan, karena berkaitan erat dengan persiapan atlet,” cetusnya.
Terakhir katanya, itu alasan utama dilakukan penyegelan dan ikhtiar ini didukung semua cobar agar KONI KSB harus mengedepankan kejujuran dan transfaransi terkait kemana saja alokasi anggaran yang cair tahap pertama sebesar 515juta.

“Dan dalam SPJ nantinya, kami tekankan jangan sampai ada muncul SPJ fiktif. Kami akan check nanti, dan kepada KONI tolong buka saja secara jujur dan transfaran, dari anggaran 515juta berapa yang terpakai dan dialokasikan untuk apa saja. Harus rinci ya, no fiktif dan rekayasa, jika terdapat temuan penyalahgunaan anggaran dan administrasi laporan fiktif maka kami akan proses hukum nantinya,” pungkas Ikhsan yang bergelar Sarjana Hukum ini.
Sebelum berita ini diturunkan, media ini sudah berupaya menghubungi Ketua Koni Kabupaten Sumbawa Barat untuk diminta komfirmasi terkait adanya penyegelan, namun yang bersangkutan juga tidak menerima panggilan. Setelah dicoba berkali-kalipun untuk dihubungi juga tidak merespon, hingga akhirnya berita ini dionlinekan. (Hs-Kief Bujir)













