Foto. Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal
Mataram, Hariansumbawa | Rencana revitalisasi Gelanggang Olah Raga (GOR) 17 Desember belum tamat. Meski sebelumnya muncul pernyataan bahwa DPR RI telah mengosongkan alokasi anggaran Rp400 miliar untuk proyek tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan anggaran itu belum bisa disebut dicoret.
Iqbal menilai, pembahasan anggaran 2027 masih berjalan. Karena itu, terlalu dini jika muncul kesimpulan bahwa DPR RI telah menghapus anggaran revitalisasi GOR yang berada di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram tersebut.
“2027 masih dibahas. Tidak ada yang menolkan. Ini kan masih proses mengenai penganggaran,” ujar Iqbal pekan kemarin.
Menurut dia, pembahasan bukan hanya berlangsung di tingkat pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menyiapkan skema penganggaran di daerah. Bahkan, Iqbal memastikan revitalisasi GOR 17 Desember tetap masuk dalam perencanaan APBD NTB.
Tak berhenti di situ. Iqbal mengaku telah meminta persetujuan DPR untuk menggunakan skema multiyears atau kontrak tahun jamak. Dengan kebutuhan anggaran besar, pembangunan dinilai tidak realistis jika dipaksakan selesai hanya dalam satu tahun anggaran.
“Anggaran multi years untuk tahun 2028. Kita anggarkan mulai dari akhir 2026, 2027, 2028. Enggak mungkin kita anggarkan hanya untuk satu tahun. Harus dari sekarang mulai kita canangkan,” katanya.
Posisi NTB sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 menjadi alasan lain. Iqbal mengaku telah menerima arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah daerah menyiapkan fasilitas untuk menyukseskan pesta olahraga nasional tersebut. GOR dan sejumlah venue olahraga pun masuk dalam daftar yang harus dipersiapkan.
“Jadi anggaran yang kita punya gitu kita gunakan seefisien mungkin. Mana yang NTT punya, (pelaksanaannya, red) di NTT, mana yang NTB punya, di NTB. Yang kita tidak miliki, biar di Jakarta. Itu sudah komitmen dengan pemerintah. Makanya PON ini tidak boleh jor-joran gitu,” jelasnya.
Namun, sikap Iqbal tersebut berhadapan dengan pandangan berbeda dari Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi. Sebelumnya, Mori menyebut alokasi Rp400 miliar untuk revitalisasi GOR 17 Desember telah dikosongkan. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi fiskal pemerintah pusat dan belum kuatnya argumentasi Pemprov NTB terkait urgensi proyek tersebut.
Mori menyebut DPR belum mendapatkan uraian yang cukup mengenai alasan GOR 17 Desember harus direvitalisasi. Termasuk penjelasan konkret mengenai kebutuhan venue tersebut untuk PON 2028 maupun berbagai agenda olahraga lainnya. Kondisi itu membuat DPR kesulitan mempertahankan alokasi Rp400 miliar yang sebelumnya disiapkan.
Kebutuhan revitalisasi GOR sendiri disebut mencapai sekitar Rp700 miliar. Dengan ruang fiskal yang terbatas, anggaran Rp400 miliar akhirnya berpotensi dialihkan untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak, termasuk pembangunan gedung DPRD NTB.
Mori pun meminta Pemprov NTB lebih agresif mengawal proposal tersebut. Sebab, GOR 17 Desember bukan sekadar venue PON, tetapi berpeluang menjadi fasilitas olahraga untuk berbagai event bertaraf internasional. (Admin01-Hs)













