Sambut Gelombang Wisatawan MotoGP, BSI Sulap Masjid Nurul Bilad Jadi Pusat Kenyamanan Ibadah di Mandalika

banner 120x600

SIMBOLIK: Secara simbolik diberikan oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah) kepada Plt Direktur Utama Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar (dua dari kanan), Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah (dua dari kiri), Kabiro Kesra Setda NTB Amir (kiri) dan Wakapolda NTB Hari Nugroho (paling kanan). (ist/Harian Sumbawa)

Praya, Hariansumbawa – Mandalika tak cukup hanya mengandalkan deru mesin balap, panorama pantai, dan kemegahan sirkuit untuk memikat wisatawan. Kenyamanan beribadah juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Menjawab kebutuhan itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat dukungan terhadap pengembangan Masjid Nurul Bilad di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata halal yang tidak sekadar menjual keindahan destinasi, tetapi juga menghadirkan fasilitas ibadah yang representatif, layanan transaksi praktis, serta ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Momentum ini kian strategis di tengah geliat sport tourism Mandalika, termasuk penyelenggaraan MotoGP yang menarik perhatian penonton dan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, keberadaan masjid di kawasan pariwisata mempunyai nilai strategis. Fungsinya bukan semata sebagai tempat menunaikan salat, melainkan juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurut Anggoro, Masjid Nurul Bilad memiliki potensi menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan positif. Mulai dari kebutuhan spiritual jamaah, aktivitas sosial masyarakat, hingga pelayanan bagi wisatawan yang datang menikmati pesona Lombok.

“Harapannya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat peradaban dan hub kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat,” ujar Anggoro, Sabtu (10/10/2026).

BSI juga berharap masjid tersebut menjadi ruang pembinaan generasi muda. Melalui kegiatan keagamaan, anak-anak dan kaum muda diharapkan dapat belajar Al-Qur’an, membangun akhlak, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat kecintaan terhadap agama dan sesama.

Untuk mendukung pengembangan fasilitas tersebut, BSI menyiapkan layanan electronic channel (e-channel) di Masjid Nurul Bilad. Kehadiran layanan ini memudahkan masyarakat menyalurkan kontribusi bagi pengembangan masjid melalui fasilitas transaksi yang tersedia.

Dukungan BSI tidak berhenti di lingkungan masjid. Selama aktivitas MotoGP di Sirkuit Mandalika, bank syariah tersebut juga menyiapkan mushala portabel dan mobil mushala untuk mendekatkan fasilitas ibadah kepada masyarakat, penonton, dan wisatawan.

Kehadiran fasilitas bergerak itu menjadi penting ketika kawasan sirkuit dipadati pengunjung. Di tengah jadwal balapan dan beragam aktivitas wisata, kebutuhan beribadah tetap perlu mendapat perhatian agar pengunjung dapat menjalankan kewajibannya dengan lebih nyaman.

Di sisi lain, BSI memperkuat layanan transaksi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan wisata. Pemanfaatan QRIS, mesin electronic data capture (EDC), dan aplikasi BYOND by BSI diharapkan membuat transaksi lebih cepat, praktis, dan mudah dijangkau oleh pelaku usaha maupun wisatawan.

Digitalisasi tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengikuti perkembangan kebutuhan transaksi wisata modern. Dengan dukungan sistem pembayaran digital, aktivitas belanja dan layanan di kawasan Mandalika diharapkan semakin terkoneksi.

BSI, dengan dukungan Danantara Indonesia, berkomitmen memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pariwisata halal yang inklusif dan berkelanjutan. Fokusnya mencakup penguatan layanan keuangan digital, optimalisasi fasilitas di destinasi wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pengembangan Masjid Nurul Bilad dilakukan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk memastikan pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan The Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism yang tetap memperhatikan kebutuhan serta budaya masyarakat.

“Masjid Nurul Bilad merupakan bagian penting dari The Mandalika. Melalui kolaborasi bersama BSI dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, kami berharap masjid ini semakin nyaman dan representatif, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, jamaah, dan wisatawan yang berkunjung,” ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk menjaga agar pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah menyampaikan, semakin banyak investor mulai membangun berbagai fasilitas untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerah tersebut. Kondisi ini menjadi peluang untuk memperkuat daya tarik Lombok Tengah sebagai tujuan wisata.

“Alhamdulillah, saat ini sudah banyak investor yang mulai membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata di Lombok Tengah. Kolaborasi dan dukungan semua pihak sangat penting dalam mengawal pertumbuhan investasi ini,” kata Nursiah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pertumbuhan investasi dapat berjalan secara positif serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penguatan fasilitas ibadah di Masjid Nurul Bilad, penyediaan mushala bergerak di area sirkuit, serta perluasan layanan transaksi digital, Mandalika didorong menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lebih lengkap. Bukan hanya tempat menikmati balapan dan panorama alam, tetapi juga ruang yang memberi kenyamanan spiritual sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *