Foto. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja turun langsung menguji simulasi arus penonton dari Bundaran Sunggung hingga kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026) sore.
Praya, Hariansumbawa – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan rekayasa lalu lintas menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja turun langsung menguji simulasi arus penonton dari Bundaran Sunggung hingga kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026) sore.
Simulasi yang berlangsung sekitar pukul 16.30 Wita itu menjadi bagian dari pengecekan kesiapan jalur kendaraan penonton, operasional shuttle bus, hingga pergerakan rombongan tamu VIP dan VVIP. Setiap skema diuji untuk memastikan arus kedatangan maupun kepulangan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.
Kapolda NTB menegaskan, simulasi lapangan diperlukan untuk memastikan seluruh pola pergerakan kendaraan berjalan sesuai rencana. Kejelasan jalur masuk dan keluar menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas selama gelaran balap motor internasional tersebut.
“Kita pastikan seluruh skema arus kedatangan dan kepulangan berjalan jelas, terarah dan mampu mengurai pergerakan penonton maupun rombongan VVIP,” tegas Irjen Kalingga.
Dalam simulasi tersebut, Karo Ops Polda NTB Kombes Pol. Erwin Rachmat memaparkan sejumlah skenario pengaturan lalu lintas, termasuk jalur keluar bagi penonton yang menggunakan kendaraan pribadi. Penonton dari Gate 1 yang menggunakan kendaraan roda empat (R4) maupun roda dua (R2) diarahkan keluar melalui Black Gate I.
Dari Black Gate I, kendaraan bergerak menuju Bundaran Sunggung sebelum diarahkan berbelok ke Bypass Mandalika. Skema ini disiapkan untuk mengatur pergerakan kendaraan penonton agar memiliki jalur keluar yang jelas setelah kegiatan di sirkuit selesai.
“Untuk penonton pengguna R4 dan R2, arus keluar dari sirkuit melalui Black Gate I, kemudian menuju Bundaran Sunggung dan selanjutnya diarahkan ke Bypass Mandalika,” kata Kombes Erwin.
Pengaturan berbeda diterapkan bagi shuttle bus yang melayani mobilitas penonton. Bus dari kawasan sirkuit akan melewati Black Gate I menuju Bundaran Sunggung, kemudian bergerak lurus ke arah Parkir Timur untuk menurunkan penumpang.
Setelah menurunkan penonton, shuttle bus kembali menuju Bundaran Sunggung dan berbelok ke Black Gate II untuk mengangkut penumpang berikutnya. Pola tersebut dirancang agar pergerakan bus berlangsung teratur dan mendukung kelancaran layanan transportasi menuju maupun meninggalkan kawasan sirkuit.
Sementara itu, penonton yang berada di Parkir Timur dan menggunakan kendaraan R4 maupun R2 diarahkan menuju Bundaran Sunggung, kemudian berbelok ke Bypass Mandalika. Pengaturan ini menjadi bagian dari pemisahan arus kendaraan berdasarkan titik keberangkatan dan jalur yang telah ditentukan.
Untuk rombongan VVIP, Polda NTB menyiapkan jalur khusus dengan titik awal dari Bundaran BIZAM. Rombongan selanjutnya bergerak melalui Bypass Mandalika menuju Bundaran Sunggung, sebelum memasuki kawasan Sirkuit Mandalika melalui Red Gate.
“Rombongan VVIP diarahkan melalui jalur khusus dari Bundaran BIZAM, Bypass Mandalika, Bundaran Sunggung dan masuk ke sirkuit melalui Red Gate,” jelas Kombes Erwin.
Adapun saat kepulangan, rombongan VVIP akan keluar melalui Red Gate menuju Bundaran Sunggung. Dari titik tersebut, kendaraan diarahkan berbelok ke kiri menuju Bypass Mandalika hingga kembali ke Bundaran BIZAM. Pengaturan jalur kedatangan dan kepulangan ini menjadi bagian dari upaya mengendalikan pergerakan rombongan khusus tanpa mengabaikan kelancaran arus kendaraan lainnya.
Melalui simulasi tersebut, Polda NTB menguji kesiapan skema lalu lintas menjelang MotoGP Mandalika 2026. Keberhasilan pengaturan nantinya tidak hanya ditentukan oleh jalur yang disiapkan, tetapi juga konsistensi pelaksanaan di lapangan agar perjalanan penonton menuju dan meninggalkan sirkuit berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Admin02-Hs)













