21 Kantong Darah Terkumpul di Bukit Damai, Peno Laung RSUD Asy-Syifa’ Jemput Kepedulian Warga

banner 120x600

Maluk, Hariansumbawa – Kepedulian terhadap sesama tak harus menunggu datangnya keadaan darurat. Di Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, semangat berbagi itu diwujudkan melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 21 kantong darah. Tim Peno Laung (Pelayanan Donor Darah Luar Gedung) RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat turun langsung menyapa masyarakat, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 36 warga mengikuti kegiatan tersebut. Namun, tidak semua peserta bisa mendonorkan darahnya. Setelah melalui pemeriksaan dan penyaringan sesuai persyaratan kesehatan, hanya 21 orang yang dinyatakan memenuhi syarat. Sementara 15 peserta lainnya belum dapat mendonor.

Dari 21 kantong darah yang berhasil dihimpun, golongan darah A menyumbang enam kantong, golongan B tujuh kantong, golongan AB satu kantong, dan golongan O tujuh kantong. Hasil ini menjadi kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Angka tersebut bukan sekadar catatan kegiatan. Di balik setiap kantong darah, ada harapan bagi pasien yang membutuhkan pertolongan medis. Ketersediaan darah menjadi salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan, terutama ketika pasien memerlukan transfusi untuk menunjang penanganan medis.

Kehadiran Tim Peno Laung di Kantor Desa Bukit Damai juga membawa pesan penting: pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui pelayanan donor darah di luar gedung rumah sakit, warga memperoleh kesempatan berpartisipasi tanpa harus menunggu kegiatan serupa digelar di fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Partisipasi warga dalam donor darah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sosial yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan kemanusiaan.

Meski demikian, tingginya partisipasi tidak menghilangkan pentingnya pemeriksaan kesehatan. Persyaratan donor tetap harus dipenuhi demi menjaga keselamatan pendonor sekaligus memastikan darah yang dikumpulkan memenuhi ketentuan yang berlaku. Karena itu, 15 peserta yang belum lolos penyaringan bukan berarti kepeduliannya berkurang.

RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat mengajak masyarakat terus menumbuhkan semangat donor darah secara sukarela. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan stok darah, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di bidang kesehatan.

Melalui program Peno Laung, upaya menjemput kepedulian masyarakat diharapkan terus berlanjut ke berbagai wilayah. Sebab, bagi pasien yang membutuhkan transfusi, darah bukan sekadar angka dalam laporan pelayanan, melainkan bagian penting dari perjuangan mendapatkan kesempatan untuk pulih. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *