Kantongi Rekomendasi Dua Kementerian, RSUD Asy-Syifa Pacu Layanan MCU Tenaga Kerja

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa – RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperluas layanan pemeriksaan kesehatan bagi tenaga kerja melalui Medical Check Up (MCU). Layanan ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang memiliki jumlah karyawan besar, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.

Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung pemeriksaan kesehatan pekerja. Sejumlah peralatan diperbarui agar layanan MCU dapat memenuhi kebutuhan pemeriksaan dengan dukungan teknologi yang memadai.

“Fasilitas MCU sudah lengkap. Kami investasi ruangan, peralatan sudah kita perbarui semuanya. Contoh treadmill, audiometri baru, spirometri baru,” kata Andy kepada awak media, Rabu, 30 September 2026.

Pembaruan fasilitas tersebut mencakup treadmill untuk menunjang pemeriksaan kebugaran jantung, audiometri untuk mengukur kemampuan pendengaran, serta spirometri untuk mengevaluasi fungsi paru-paru. Peralatan ini relevan untuk pemeriksaan kesehatan pekerja, terutama pada sektor usaha yang memiliki risiko kerja tertentu.

Andy menjelaskan, kesiapan RSUD Asy-Syifa tidak hanya ditunjang kelengkapan peralatan, tetapi juga pemenuhan persyaratan administratif dan teknis. Menurut dia, rumah sakit telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kesehatan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.

Pengembangan layanan tersebut bukan tanpa pengalaman. RSUD Asy-Syifa selama ini telah melayani pemeriksaan kesehatan untuk kebutuhan sejumlah lembaga dan perusahaan, termasuk pemeriksaan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengikuti program pengiriman tenaga kerja melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

“Kalau perusahaan atau lembaga lain sudah ada yang melakukan pemeriksaan kesehatan di kami. Contoh Disnakertrans yang melaksanakan program pengiriman PMI, pemeriksaan kesehatan pesertanya di tempat kami,” ujar Andy.

Pengalaman menangani pemeriksaan calon PMI, termasuk peserta yang dipersiapkan bekerja di Jepang, menjadi salah satu modal bagi rumah sakit untuk memperluas jangkauan layanan. Andy menilai kebutuhan MCU dari perusahaan berpotensi menjadi peluang pengembangan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Salah satu perusahaan yang disebut dalam rencana pemanfaatan layanan tersebut adalah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Andy menyampaikan bahwa hubungan kerja sama dengan perusahaan telah terjalin dan diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan fasilitas MCU RSUD Asy-Syifa untuk pemeriksaan pekerja dalam jumlah besar.

Menurut Andy, perluasan layanan MCU perusahaan diharapkan membuat fasilitas dan peralatan yang telah diperbarui dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Di sisi lain, keberadaan layanan ini juga memberikan alternatif bagi perusahaan dan lembaga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dengan dukungan fasilitas rumah sakit daerah.

Dari sisi pembiayaan, tarif pemeriksaan MCU di RSUD Asy-Syifa dipatok sekitar Rp750 ribu. Andy menjelaskan bahwa besaran tarif tersebut mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati, sehingga pelaksanaannya mengikuti regulasi yang berlaku.

Dengan dukungan peralatan yang diperbarui, pengalaman melayani pemeriksaan kesehatan pekerja, serta rekomendasi dari kementerian terkait, RSUD Asy-Syifa berupaya memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan MCU di Kabupaten Sumbawa Barat.

Pengembangan ini diharapkan memperluas akses perusahaan terhadap layanan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sekaligus meningkatkan pemanfaatan fasilitas rumah sakit secara optimal. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *