Foto. Kadis Nakertrans KSB didampingi Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) KSB bersama dengan UT School-lembaga pelatihan teknik di bawah jaringan PT United Tractors Tbk
Taliwang, Hariansumbawa – Di tengah masifnya aktivitas industri pertambangan dan proyek strategis di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sebuah narasi klasik kerap berulang: pemuda lokal kerap sekadar menjadi penonton. Alasan ketiadaan sertifikasi kompetensi dan standar keselamatan kerja (safety standard) berstandar tinggi sering menjadi ‘benteng hukum’ bagi korporasi untuk tidak menyerap tenaga kerja setempat pada posisi teknis bernilai tambah tinggi.
Menjawab kebuntuan struktural tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendobrak skema pelatihan vokasi konvensional. Melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) KSB dan kolaborasi dengan UT School—lembaga pelatihan teknik di bawah jaringan PT United Tractors Tbk—pemerintah meluncurkan Program Beasiswa Pelatihan Mekanik dan Operator Alat Berat. Pendaftaran program ini dibuka pada 12 hingga 21 Agustus 2026.
Program Beasiswa Pelatihan Mekanik dan Operator Alat Berat sebagai bagian dari agenda strategis Program Industrialisasi Ketenagakerjaan KSB Maju Luar Biasa guna meretas hambatan struktural yang selama ini menghalangi pemuda daerah untuk masuk ke dalam ekosistem industri pertambangan dan alat berat berskala nasional.
Program intervensi kebijakan ini dirancang untuk mengatasi persoalan klasik berupa tingginya standar kualifikasi teknis dan tingginya biaya sertifikasi yang kerap menjadi benteng pemisah antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Melalui skema beasiswa penuh yang mana para peserta terpilih tidak hanya dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan, tetapi juga difasilitasi dengan uang saku, seragam pelatihan, serta sertifikasi kompetensi ganda dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan UT School.

Secara analitis, keterlibatan UT School sebagai mitra pelaksana memberikan kepastian penyeragaman standar kurikulum daerah dengan standar operasional industri skala besar. Hambatan utama lulusan vokasi daerah selama ini adalah ketiadaan pengakuan sertifikasi oleh para kontraktor pertambangan. Dengan masuknya kurikulum dan sertifikasi berstandar industri, Pemkab Sumbawa Barat secara langsung meningkatkan nilai tawar dan daya saing pemuda daerah sehingga mereka mampu mengisi posisi teknis bernilai tambah tinggi, dan tidak lagi terjebak pada posisi pekerjaan berkeahlian rendah.
Tidak berhenti pada tatanan pendidikan kelas, program ini mengintegrasikan tahap On Job Training di seluruh jaringan perusahaan mitra United Tractors. Integrasi ini menjadi saluran penyaluran kerja yang konkret untuk memangkas angka pengangguran terbuka di kalangan usia muda. Persyaratan seleksi yang diterapkan—mulai dari kualifikasi usia maksimal 23 tahun, pencapaian akademik rata-rata rapor minimal 7.0, hingga kesiapan fisik dan komitmen tidak menikah selama satu tahun masa pelatihan—menandaskan bahwa program ini didesain sebagai bentuk rekayasa sosial untuk membentuk kedisiplinan dan budaya kerja industri yang ketat.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses seleksi penerimaan beasiswa ini diselenggarakan secara terbuka tanpa dipungut biaya apa pun. Langkah ketat ini diambil guna memastikan bahwa kesempatan emas ini benar-benar dimanfaatkan oleh generasi muda Sumbawa Barat yang memiliki integritas dan potensi tinggi, sekaligus menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal di tengah pesatnya laju industrialisasi daerah. (**)













