BGN: Pendaftaran Mitra MBG Ditutup, Masyarakat Diminta Waspada Jual-Beli Titik SPPG

banner 120x600

Foto. Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya

Jakarta, Hariansumbawa | Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pendaftaran mitra untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi ditutup. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menawarkan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan iming-iming dapat membantu proses pendaftaran dengan meminta sejumlah biaya.

Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengatakan pihaknya menemukan adanya praktik penawaran titik SPPG dengan harga fantastis yang beredar di masyarakat. Informasi tersebut bahkan disebut telah menyebar melalui berbagai media.

“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta,” kata Sony dalam sebuah siniar yang diikuti di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik jual-beli titik SPPG. Jika ditemukan bukti adanya transaksi tersebut, maka titik SPPG yang bersangkutan akan langsung diturunkan dari sistem.

Menurut Sony, setiap titik yang terbukti merupakan hasil jual-beli otomatis tidak akan diverifikasi oleh BGN. Selain itu, calon mitra yang terlibat juga akan diblokir dari sistem resmi mitra.bgn.go.id sehingga tidak dapat lagi mengikuti program.

BGN juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pihak yang menawarkan titik SPPG dengan meminta uang. Laporan tersebut diperlukan sebagai dasar bagi BGN untuk melakukan penindakan.

“Laporkan orang yang meminta uang tersebut. Ketika saya sudah mendapatkan bukti dan dokumen pendukung bahwa ternyata titik SPPG ini hasil jual beli, ya saya turunkan. Jadi kepada orang-orang yang meminta uang itu, silakan pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain praktik jual-beli titik, BGN juga menemukan modus lain yang dilakukan oleh oknum tertentu. Salah satunya dengan berpura-pura membangun dapur terlebih dahulu untuk meyakinkan proses verifikasi agar dapat bergabung dalam program MBG.

Sony menjelaskan ada pula pihak yang mengaku menjadi korban penipuan setelah membangun dapur, namun ternyata tidak terdaftar dalam sistem. Dalam kasus seperti ini, BGN akan memeriksa secara cermat apakah benar terjadi penipuan atau hanya modus untuk mendapatkan verifikasi.

“Kalau dia tidak mau menjawab siapa penipunya, atau hanya mengatakan ‘ya ada, Pak’, maka sudah tentu itu modus. Tetapi kalau yang benar-benar ditipu, biasanya sudah ada laporan resmi ke polisi dan jelas siapa pelakunya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa kasus penipuan yang benar-benar terjadi, kerugian yang dialami korban bahkan bisa mencapai minimal Rp100 juta per orang.

BGN sendiri memastikan saat ini kuota titik SPPG di seluruh Indonesia sudah terpenuhi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 24 ribu titik SPPG telah berdiri dan siap melayani kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *