BUMDes Empat Desa Siap Kelola Jogging Track Brang Ene, Ikon Wisata Baru KSB

banner 120x600

Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai mematangkan langkah awal pengembangan pariwisata kerakyatan melalui pembangunan Jogging Track Brang Ene, sebuah destinasi wisata berbasis ekowisata yang dirancang melintasi empat desa di Kecamatan Brang Ene. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon wisata alam baru yang tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Lintasan wisata tersebut dirancang menyusuri hamparan persawahan, tepian sungai, kawasan hutan, hingga area Bendungan Tiu Suntuk. Panorama alam yang masih asri dinilai menjadi kekuatan utama kawasan Brang Ene untuk menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Pemerintah daerah pun menempatkan proyek ini sebagai bagian dari arah baru pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman, SE, mengatakan konsep utama pengembangan destinasi itu adalah pariwisata kerakyatan. Karena itu, pengelolaannya akan dilakukan secara bersama oleh desa-desa yang dilalui jalur jogging track.

“Semangat utama dari program ini adalah pariwisata kerakyatan. Karena itu, pengelolaan jogging track nantinya akan dilakukan secara bersama oleh empat desa yang dilalui lintasan tersebut,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Empat desa yang akan terlibat dalam pengelolaan yakni Desa Manemeng, Mura, Kalimantong, dan Desa Mujahidin. Pemerintah mendorong pembentukan BUMDes Bersama agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Skema ini dinilai dapat memperkuat kolaborasi desa sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga.

Nurdin menjelaskan pola pengelolaan yang disiapkan mengadopsi konsep wisata hijau seperti yang diterapkan di Desa Bilebante, Lombok Tengah. Menurut dia, perbedaannya terletak pada pembangunan fasilitas utama yang akan didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui APBD. Ia menilai dukungan infrastruktur dari pemerintah akan mempercepat tumbuhnya destinasi wisata yang terintegrasi.

“Kalau di Bilebante fasilitasnya banyak disiapkan desa. Di Brang Ene ini pemerintah kabupaten yang menyiapkan infrastruktur, sementara pengelolaannya nanti tetap bisa dilakukan oleh BUMDes Bersama,” jelasnya. Pemerintah berharap model tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan fasilitas wisata dan keterlibatan aktif masyarakat desa.

Saat ini dokumen perencanaan proyek disebut telah rampung disusun. Mulai dari masterplan kawasan, Detail Engineering Design (DED) yang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum, hingga dukungan anggaran pembangunan yang telah tersedia melalui APBD 2026 sekitar Rp6 miliar. Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan tahapan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bagian dari proses awal pelaksanaan proyek.

Nurdin menyampaikan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan warga, terutama pemilik lahan pertanian yang akan dilalui lintasan jogging track. Pendekatan persuasif dinilai penting agar pembangunan berjalan lancar dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. “Pekan depan kami akan berkoordinasi dengan camat untuk menyiapkan agenda sosialisasi kepada warga,” katanya.

Berdasarkan masterplan, jogging track akan dibangun sepanjang kurang lebih lima kilometer dengan lebar lintasan sekitar dua meter. Jalur tersebut dirancang mengikuti pematang sawah dan bentang alam terbuka agar pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan Brang Ene secara langsung. Konsep wisata alam terbuka ini juga diharapkan menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata KSB.

Selain jalur utama, pemerintah akan menghadirkan shelter atau titik pemberhentian di sejumlah lokasi strategis. Area tersebut akan dilengkapi spot foto dan stan kuliner yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menjual makanan tradisional maupun produk lokal lainnya. Pemerintah berharap keberadaan jogging track tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya ekonomi warga desa secara berkelanjutan. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *