Masa Depan RSUD Asy-Syifa’ Taliwang Dimatangkan, Bupati Segera Putuskan Lokasi

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa – Masa depan RSUD Asy-Syifa’ Taliwang mulai dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tengah mengkaji sejumlah alternatif lokasi untuk pengembangan rumah sakit tersebut. Keputusan Bupati menjadi kunci sebelum rencana besar itu berlanjut ke tahap perencanaan teknis dan penganggaran.

Penentuan lokasi bukan sekadar urusan memilih lahan. Keputusan tersebut akan menentukan arah penataan rumah sakit, kebutuhan ruang, hingga pengembangan kapasitas pelayanan kesehatan ke depan. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin gegabah mengambil keputusan sebelum kajian teknis benar-benar tuntas.

Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mengatakan kajian lokasi merupakan tahapan yang wajib dilalui sebelum perubahan master plan rumah sakit dilakukan. Hasil kajian itu nantinya menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Ini proses kajian. Jadi dari proses kajian tinggal Pak Bupati menentukan lokasinya di mana, baru nanti perubahan master plan,” ujarnya.

Hasil kajian tersebut dijadwalkan dipaparkan dan dibahas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat pada Senin mendatang. Forum itu menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai alternatif sekaligus menentukan lokasi yang dinilai paling ideal bagi pengembangan RSUD Asy-Syifa’.

Sejumlah opsi masih dipertimbangkan. Area depan, samping kiri, samping kanan, hingga bagian belakang kawasan rumah sakit masuk dalam daftar kajian. Seluruh alternatif tersebut masih terbuka, sehingga belum ada lokasi yang dapat dipastikan sebagai pilihan final.

Pemerintah daerah kini dihadapkan pada keputusan strategis. Lokasi yang dipilih harus mampu mendukung kebutuhan pengembangan rumah sakit, bukan sekadar menjawab kebutuhan ruang dalam jangka pendek. Penataan yang tepat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat KSB.

Di sisi lain, kepastian lokasi juga menjadi penentu arah penganggaran. Hingga kini, belum ada alokasi anggaran yang secara khusus ditetapkan untuk pembangunan fisik pengembangan rumah sakit. Pemerintah masih menunggu hasil kajian dan keputusan lokasi sebelum melangkah lebih jauh.

Sebelumnya, wacana penganggaran sempat mengarah pada kemungkinan penggunaan APBD Perubahan atau APBD Murni 2027. Namun, kedua opsi tersebut belum menjadi keputusan final. Kepastian skema pembiayaan masih bergantung pada arahan pemerintah daerah setelah lokasi ditetapkan.

Tahapan yang berjalan saat ini menunjukkan bahwa pengembangan RSUD Asy-Syifa’ tidak bisa dilepaskan dari perencanaan yang matang. Perubahan master plan harus disesuaikan dengan hasil kajian agar pengembangan fasilitas, kebutuhan ruang, dan kapasitas pelayanan memiliki arah yang jelas.

Masyarakat kini menunggu keputusan pemerintah daerah tersebut. Harapannya, pengembangan RSUD Asy-Syifa’ tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut menjadi langkah konkret untuk menghadirkan rumah sakit yang lebih modern, representatif, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Dengan kajian lokasi yang segera dibahas, keputusan Bupati akan menjadi titik penting bagi kelanjutan rencana tersebut. Setelah lokasi dipastikan, pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat tahapan perencanaan dan menyiapkan skema anggaran yang realistis agar pengembangan RSUD Asy-Syifa’ berjalan terarah dan berkelanjutan. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *