Taliwang, Hariansumbawa – Kasus patah tulang masih menjadi pekerjaan rumah bagi RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat. Penguatan layanan ortopedi terus didorong agar lebih banyak pasien bisa mendapatkan penanganan di daerah tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Ketersediaan dokter spesialis menjadi kunci. Sebab, penanganan patah tulang tidak selalu cukup dengan layanan medis dasar. Sejumlah kasus membutuhkan kompetensi khusus, peralatan, serta tindakan medis yang harus disesuaikan dengan kondisi pasien.
Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mengakui pemenuhan tenaga spesialis masih menjadi tantangan dalam pengembangan pelayanan rumah sakit. Kebutuhan tersebut terus dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan tuntutan pelayanan masyarakat Sumbawa Barat.
“Yang banyak kita rujuk itu adalah yang tidak ada spesialisnya di kita,” kata Andy saat berdiskusi dengan awak media, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa rujukan bukan semata-mata pilihan, melainkan bagian dari mekanisme pelayanan ketika kemampuan rumah sakit belum mencukupi untuk menangani kasus tertentu. Keselamatan pasien tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah medis selanjutnya.
Saat ini, RSUD Asy-Syifa masih berstatus rumah sakit tipe C. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis, terlebih ketika masyarakat mengharapkan semakin banyak jenis layanan kesehatan tersedia di daerah sendiri.
Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi agenda penting. RSUD Asy-Syifa terus berupaya memperluas jejaring kerja sama dengan rumah sakit lain dan perguruan tinggi untuk mendukung pemenuhan tenaga spesialis sesuai kebutuhan pelayanan.
Andy menyebut, kerja sama dengan jejaring rumah sakit dan Universitas Airlangga turut dijajaki untuk memperkuat sejumlah bidang pelayanan. Dua bidang yang sedang dipersiapkan antara lain urologi dan paru.
Langkah tersebut diharapkan memperluas kemampuan RSUD Asy-Syifa dalam menangani berbagai kasus medis. Namun, pengembangan layanan membutuhkan kesiapan tenaga ahli dan dukungan fasilitas agar penanganan pasien tetap sesuai standar medis.
Di sisi lain, layanan ortopedi perlu mendapat perhatian dalam pemetaan kebutuhan spesialis. Kasus patah tulang yang masih membutuhkan rujukan menjadi salah satu gambaran pentingnya memperkuat kapasitas rumah sakit, baik dari sisi tenaga medis maupun sarana penunjang.
Penguatan layanan ortopedi diharapkan menjadi bagian dari upaya RSUD Asy-Syifa meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih dekat.
Dengan pemenuhan tenaga spesialis yang tepat, rumah sakit daerah diharapkan mampu menangani lebih banyak kasus sesuai kompetensinya, sementara pasien yang membutuhkan layanan di luar kemampuan rumah sakit tetap memperoleh rujukan secara aman dan terukur. (Admin01-Hs)













