Foto. Jhony Saputra, SH Kader PPP KSB Dapil III (Jereweh, Maluk dan Sekongkang)
Sumbawa Barat, Hariansumbawa – Teka-teki dan perdebatan panjang terkait siapa Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang didukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terjawab sudah.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, DPP PPP melalui Surat Keputusan Persetujuan Calon, akhirnya menetapkan dan memutuskan mendukung pasangan Amar-Nani di Pilkada KSB.
Sementara, Jhoni Saputra, SH yang sebelumnya merupakan juru bicara (Jubir) paket Salim-Nasir akhirnya menentukan sikap mendukung paket Amar-Nani. Hal ini ditengarai dengan statusnya tercatat sebagai kader partai berlambang Ka’bah dari Dapil III Sumbawa Barat.
“Status saya sebagai kader PPP, dan sejak Surat Keputusan B1KWK partai terbit maka sejak itu seluruh kader Partai PPP mengambil sikap tegak lurus mendukung sepenuhnya paket bertagline AMANAH,” Jelasnya penuh semangat bersama seluruh kader PPP lainnya all out memenangkan paket Amar-Nani, Selasa pagi, 13 Agustus 2024.
Selain itu, dalam siaran Pers-nya Jhoni Saputra juga menyampaikan, bahwa Keputusan DPP PPP mendukung Amar-Nani di Pilkada mendatang sudah bersifat final. Setiap kader ataupun pengurus di tingkat cabang, merasa berkewajiban mematuhi dan melaksanakan perintah setelah SK B1KWK terbit.
“Sebagai kader yang baik dan masih memiliki karir dan peluang cemerlang di masa mendatang tentu tidak dapat melenceng dari kebijakan partai. Insya Allah, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya siap pasang badan untuk menangkan Paket AMANAH,” tegasnya.
Langkah mendukung ini ditegaskannya bukan hanya sebagai bentuk loyalitas kepada partai, tetapi juga keyakinan bahwa AMAR – NANI adalah pasangan yang tepat untuk memimpin Sumbawa Barat.
“Dukungan ini juga karena saya mengamati ada kesamaan program dan visi misi yang dirancang AMANAH dengan apa yang dicita-citakan PPP, salah satunya adalah membangun ekonomi rakyat,dan membuka kesempatan peluang kerja dengan mudah,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng, SE, mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada para kader partai, yang tidak mendukung keputusan DPP dalam menentukan bakal calon kepala daerah di Pilkada serentak 2024.
“Keputusan yang sudah diambil DPP, wajib dikawal dan dimenangkan. Jika nanti ada kader, pengurus, yang tidak disiplin, pasti akan ditindak secara tegas,” katanya.
Dia menegaskan para kader dan pengurus partai, wajib mengawal dalam satu barisan, untuk mengamankan apa yang menjadi keputusan DPP PPP, di setiap kabupaten, kota dan provinsi.
Khusus di Pilkada KSB, DPP telah menetapkan dukungan untuk pasangan AMAR – NANI, sebagai bakal calon Bupati dan wakil Bupati.
“Karena ini membangun soliditas dan solidaritas, bukan untuk kepentingan satu dua orang, tetapi kepentingan satu KSB, dan juga kepentingan misi PPP,” katanya menegaskan.
Ketika ditanyakan salah seorang kader, yang justru memilih mendukung Bacalon lain, Embeng menegaskan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi.
“Sejauh ini kader itu memang belum mengundurkan diri secara tertulis. Yang bersangkutan seperti pemberitaan di sejumlah media hanya sebatas menyatakan mundur secara lisan saja. Ini secepatnya akan kita bicarakan dan selesaikan di tingkat DPC,” pungkasnya. (**)













