Usai Sasar Kantor Bupati, KPK Geledah Pendopo: Jejak Dugaan Korupsi Terus Ditelusuri

banner 120x600

Penggeledahan yang meluas hingga Pendopo Bupati menunjukkan penyidikan KPK atas dugaan korupsi di Lombok Barat terus berkembang untuk menelusuri dan mengumpulkan alat bukti yang diperlukan”.

GIRI MENANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas rangkaian penggeledahan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (23/7/2026).

Setelah menggeledah Kantor Bupati Lombok Barat sejak pagi, tim penyidik bergerak menyasar Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) serta Pendopo Bupati Lombok Barat.

Penggeledahan di Kantor Bupati dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan baru berakhir sekitar pukul 14.40 Wita. Selama hampir lima jam, sejumlah penyidik terlihat keluar masuk ruangan, termasuk ruang Asisten II dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), sambil membawa dokumen, boks, serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.

Usai merampungkan penggeledahan di kompleks Kantor Bupati, rombongan penyidik yang menggunakan delapan kendaraan langsung bergerak menuju Kantor Dinas PUPRPKP dan Pendopo Bupati sekitar pukul 14.50 Wita.

Penggeledahan dilakukan secara tertutup dengan pengamanan yang cukup ketat.
Aktivitas penyidik KPK tersebut menyita perhatian masyarakat. Sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar Kantor Bupati untuk menyaksikan jalannya proses hukum yang tengah berlangsung. Aparat keamanan turut berjaga guna memastikan situasi tetap kondusif.

Di tengah penggeledahan, aksi simbolis dilakukan oleh dua warga, Bang Juna dan H. Munawar. Keduanya memotong seekor ayam di depan Kantor Bupati sebagai bentuk dukungan terhadap langkah KPK dalam mengusut dugaan korupsi di Lombok Barat hingga tuntas.

Menurut keduanya, praktik korupsi harus diberantas tanpa pandang bulu karena merugikan masyarakat. Mereka berharap seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa ada perlakuan istimewa.

Sementara itu, hingga proses penggeledahan berlangsung, KPK belum memberikan keterangan resmi kepada publik. Seluruh penyidik memilih meninggalkan Kantor Bupati tanpa memberikan komentar kepada awak media mengenai hasil penggeledahan maupun barang bukti yang telah diamankan.

Hingga berita ini ditulis, penggeledahan di Kantor Dinas PUPRPKP dan Pendopo Bupati Lombok Barat masih terus berlangsung. Belum diketahui apakah dari lokasi tersebut penyidik kembali menemukan dokumen atau barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara yang sedang diusut. (Admin02-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *