Taliwang, Hariansumbawa | Lomba Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 2026 di Sumbawa Barat tak ingin berhenti sebagai agenda seremonial. Pemkab KSB mulai mengerahkan kekuatan birokrasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta turun langsung menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat.
Instruksi itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., saat memberikan pengarahan dalam pembekalan Tim Kerja STBM di Aula Graha Praja, Rabu (16/9). Hanipah meminta ASN tak sekadar hadir dalam rapat, tetapi ikut mengawal aksi sanitasi di lapangan secara konsisten.
“KSB Sadar STBM bukan sekadar program, tetapi gerakan daerah,” tegas Hanipah. Menurut dia, keberhasilan STBM tidak cukup diukur dari pelaksanaan lomba. Yang lebih penting adalah memastikan perubahan perilaku dan kebiasaan hidup bersih masyarakat bertahan dalam jangka panjang.
Hanipah juga meminta perhatian lebih diberikan terhadap dua pilar yang masih menjadi pekerjaan rumah. Yakni pengelolaan sampah rumah tangga serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Dua sektor tersebut didorong agar dapat menyusul pencapaian pilar STBM lainnya hingga 100 persen.
Untuk memastikan gerakan itu berjalan, pemkab akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) penugasan sekaligus pembagian wilayah pendampingan. Kekuatan pendampingan tidak hanya melibatkan pejabat eselon II dan III, tetapi juga camat, lurah, kepala sekolah, guru, hingga staf di lingkungan Pemkab Sumbawa Barat.
Skema kerja di lapangan akan dikolaborasikan dengan Agen Gotong Royong dan Tim Ahli PDPGR. Pendampingan diawali dengan pendataan secara door-to-door, pemetaan persoalan sanitasi masing-masing warga, kemudian dilanjutkan dengan intervensi sesuai kebutuhan. Penyediaan sarana sanitasi juga diarahkan menggunakan fasilitas yang berkelanjutan, termasuk tempat sampah tiga pilah di desa dan kelurahan.
Kepala DPMD KSB H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., sebelumnya menjelaskan bahwa Lomba STBM bukan semata-mata kompetisi antarwilayah. Program tersebut dirancang sebagai instrumen untuk mendorong perubahan perilaku sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Karena itu, seluruh unsur pemerintahan diminta bergerak dalam satu irama. Pendampingan tidak berhenti ketika penilaian lomba selesai, melainkan harus memastikan kebiasaan hidup bersih dan pengelolaan sanitasi menjadi budaya masyarakat. Lomba STBM sendiri berlangsung berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kabupaten dan dijadwalkan berjalan sampai November mendatang.
Pembekalan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum dr. Syaifuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syahril, S.T., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov., para kepala OPD, camat, lurah, serta pejabat terkait. Pesannya jelas: STBM bukan pekerjaan satu dinas, melainkan kerja bersama yang harus dikawal sampai ke halaman rumah warga.













