“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat melalui pendampingan berkelanjutan, lingkungan yang layak, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat”._ Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov.
Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus menggenjot percepatan penurunan stunting. Memasuki hari ketiga pelaksanaan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Jumat (7/8), Kecamatan Taliwang menjadi fokus penanganan. Sebanyak 267 balita stunting di wilayah tersebut kini masuk prioritas pendampingan intensif.
Kegiatan dipusatkan di Posyandu Tanah Mirah dan Posyandu Kota Baru, Kelurahan Dalam. Selain penyaluran paket bantuan gizi kepada keluarga sasaran, pemerintah menghadirkan layanan kesehatan terpadu bagi ibu hamil, balita, ibu menyusui hingga kelompok lanjut usia sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menegaskan, angka 267 balita stunting di Kecamatan Taliwang menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pendampingan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi anak benar-benar membaik.
Menurut Hanipah, seluruh lurah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan diminta aktif memantau perkembangan setiap balita. Pemerintah juga menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi munculnya kasus baru agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Ia menekankan, stunting bukan semata persoalan kurang gizi. Faktor rumah layak huni, sanitasi, ketersediaan air bersih, hingga pola hidup sehat menjadi bagian penting yang harus dibenahi secara bersamaan agar upaya penurunan stunting berjalan efektif.
Dalam kesempatan itu, Hanipah juga mengajak kelompok lanjut usia memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin. Menurutnya, kesehatan lansia turut berpengaruh terhadap kualitas kehidupan keluarga sehingga pelayanan kesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat.
Sementara itu, Camat Taliwang mengajak seluruh pemangku kepentingan terus berinovasi dalam penanganan stunting. Pendekatan berbasis lapangan dinilai menjadi kunci agar setiap program dan bantuan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa Barat H. I. Made Budi Artha, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dedy Damhudy, Sekretaris DP2KBP3A Hj. Erziawaty, Koordinator Penyuluh KB, Tim Penggerak PKK Kecamatan Taliwang, para lurah, serta kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat.
Program intervensi serentak ini akan terus bergulir ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Seteluk, Poto Tano, dan Sekongkang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mempercepat penurunan stunting dan memastikan setiap ibu hamil, ibu menyusui, serta balita memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan yang optimal. (Admin01-Hs)













