“Generasi Indonesia Emas 2045 dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan; karena itu, penguatan kesehatan ibu dan anak adalah investasi terbaik untuk melahirkan sumber daya manusia Sumbawa Barat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.”
SUMBAWA BARAT | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat mempertegas komitmennya membangun fondasi Generasi Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya itu diwujudkan melalui Seminar Kesehatan bertema Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Dari Persiapan Kehamilan hingga Menyusui dalam Mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang digelar, Jumat (7/8).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Barat tersebut dihadiri perwakilan organisasi perempuan dari seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Pemkab KSB menilai fase 1.000 HPK merupakan periode paling menentukan dalam membentuk kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi masa depan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat, khususnya perempuan sebagai pilar keluarga, terus diperkuat sebagai langkah nyata menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Untuk memperkaya wawasan peserta, seminar menghadirkan narasumber nasional, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.O.G., Subsp. Urogin-RE. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa investasi terbaik bagi bangsa dimulai sejak sebelum kehamilan.
“Karena generasi emas tidak lahir begitu saja. Mereka dipersiapkan sejak awal kehidupan,” tegas Prof. Dr. Eighty di hadapan ratusan peserta seminar.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap kesehatan calon ibu, ibu hamil, proses persalinan, hingga pemberian ASI eksklusif menjadi mata rantai yang tidak boleh terputus apabila Indonesia ingin memiliki generasi yang sehat, produktif, dan mampu bersaing pada tahun 2045.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas kesehatan ibu dan anak. Oleh sebab itu, keluarga, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, dan pemerintah harus bergerak dalam satu irama.
Prof. Dr. Eighty juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. “Bersama, kita wujudkan Sumbawa Barat yang sehat, kuat, dan berkualitas,” ujarnya.
Melalui seminar tersebut, Pemkab Sumbawa Barat berharap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 HPK semakin meningkat. Edukasi yang berkelanjutan diyakini akan memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sekaligus melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Komitmen ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pembangunan manusia kini menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Sumbawa Barat. Dengan memperkuat kesehatan sejak awal kehidupan, daerah optimistis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, tangguh, dan berdaya saing tinggi sebagai kebanggaan Bumi Pariri Lema Baro. (Admin01-Hs)













