Seleksi BAZNAS KSB Disorot, Dewan Basuki: Jangan Ada Afiliasi Politik, Panitia Harus Teliti

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat sorotan. Anggota DPRD KSB dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Jereweh, Maluk, dan Sekongkang, H. Basuki AR, SE, mendorong agar proses seleksi tidak sekadar mengganti sebagian pengurus, tetapi membuka ruang regenerasi secara menyeluruh.

Basuki menilai momentum seleksi calon pimpinan BAZNAS KSB saat ini dapat menjadi kesempatan untuk menghadirkan komposisi kepengurusan yang lebih segar. Menurutnya, seluruh unsur pimpinan dan pengurus perlu dipertimbangkan kembali secara objektif demi memastikan lembaga pengelola zakat tersebut semakin profesional.

“Kalau bisa semua unsur pimpinan pengurus BAZNAS KSB diganti dengan yang baru semua, biar regenerasi,” jelas H. Basuki AR, SE, saat dihubungi media ini, Jumat (28/8/2026).

Politisi Partai Golkar itu juga menyinggung pentingnya memastikan seluruh peserta seleksi benar-benar memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Ia mengaku mencermati adanya dugaan peserta yang memiliki afiliasi dengan partai politik sehingga aspek persyaratan normatif dinilai perlu menjadi perhatian serius panitia seleksi.

“Sepertinya ada yang terafiliasi dengan partai politik ikut juga,” ungkap Basuki. Karena itu, dia berharap panitia seleksi tidak hanya melihat kelengkapan administrasi secara formal, tetapi juga menelusuri setiap persyaratan yang telah ditentukan.

Basuki menegaskan, ketelitian panitia menjadi faktor penting untuk menjaga kredibilitas proses seleksi. Menurut dia, seluruh calon harus diperlakukan dengan standar penilaian yang sama sehingga hasil akhirnya benar-benar mencerminkan proses yang objektif dan transparan.

“Semoga panitia seleksinya benar-benar teliti ya, sebagaimana persyaratan normatifnya,” tegasnya.

Dorongan regenerasi tersebut sekaligus menjadi pesan agar BAZNAS KSB ke depan diisi figur-figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen terhadap pengelolaan zakat. Basuki berharap proses seleksi tidak dipengaruhi kepentingan di luar ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam mengelola dana zakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, proses rekrutmen pimpinan harus menjadi fondasi untuk memastikan lembaga tersebut bekerja secara profesional, akuntabel, dan mendapat kepercayaan publik. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *