SPBU Aji Munawir Bantah Abaikan Konsumen: Boy DS Justru Ditawari Jalur Kosong agar Cepat Dilayani

banner 120x600

Foto. Parawansyah, Perwakilan Management SPBU Aji Munawir

Taliwang, Hariansumbawa – Manajemen SPBU Aji Munawir memberikan klarifikasi terkait keluhan Boy DS mengenai pelayanan pengisian BBM yang sebelumnya disampaikan melalui akun resmi Facebook miliknya. Pihak SPBU menegaskan, konsumen tersebut bukan diabaikan, melainkan telah ditawarkan opsi untuk berpindah ke jalur yang kosong agar dapat dilayani lebih cepat.

Perwakilan Management SPBU Aji Munawir, Parawansyah, mengatakan karyawan SPBU sempat menawarkan kepada Boy DS untuk mengambil posisi di sebelah kiri. Jalur tersebut saat itu dalam kondisi kosong sehingga dinilai dapat mempercepat proses pengisian BBM.

“Yang bersangkutan sempat kami tawarkan untuk pindah ke sebelah kiri karena jalurnya kosong, supaya lebih cepat dilayani,” ujar Parawansyah kepada media Harian Sumbawa, Senin, 7 September 2026.

Namun, kata dia, tawaran tersebut tidak diambil oleh Boy DS. Konsumen yang bersangkutan memilih tetap berada pada posisinya, sementara jalur kosong yang sebelumnya ditawarkan kemudian diisi oleh sebuah kendaraan dump truck.

“Yang bersangkutan tidak mau, kemudian posisi kosong tersebut diisi oleh dam trek (dump truck),” jelasnya.

Parawansyah menambahkan, setelah dump truck masuk ke jalur tersebut, kendaraan itu kemudian mendapatkan pelayanan pengisian BBM dengan cepat. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan karena adanya perlakuan khusus, melainkan karena posisi kendaraan berada di jalur yang memang saat itu kosong.

Ketika melihat dump truck tersebut mendapatkan pelayanan lebih cepat, Boy DS kemudian memilih meninggalkan area SPBU Aji Munawir. Yang bersangkutan selanjutnya melakukan pengisian BBM di SPBU Tanah Mira.

Pihak manajemen menegaskan bahwa langkah menawarkan jalur kosong tersebut bukan bentuk mengabaikan konsumen. Sebaliknya, karyawan disebut berupaya memberikan alternatif agar konsumen tidak perlu menunggu lebih lama di jalur sebelumnya.

Parawansyah menyayangkan apabila kejadian tersebut kemudian dipersepsikan sebagai konsumen yang sengaja tidak dilayani. Menurutnya, terdapat konteks di lapangan yang perlu dilihat secara utuh sebelum menyimpulkan adanya buruknya pelayanan SPBU.

Manajemen SPBU Aji Munawir menyatakan tetap terbuka terhadap kritik dan keluhan konsumen. Namun, pihaknya berharap setiap persoalan pelayanan dapat dilihat berdasarkan kronologi secara lengkap sehingga tidak menimbulkan kesimpulan sepihak terhadap petugas maupun pengelola SPBU.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai penjelasan atas versi kejadian dari pihak SPBU Aji Munawir. Di tengah tuntutan pelayanan yang cepat dan tertib, manajemen menegaskan bahwa petugas saat itu telah menawarkan solusi berupa jalur kosong agar Boy DS dapat segera dilayani, namun tawaran tersebut tidak diambil dan yang bersangkutan memilih meninggalkan SPBU. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *