Foto. Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov
SUMBAWA BARAT – Keluhan warga terkait layanan cuci darah di RSUD Asy-Syifa mencuat. Sejumlah pasien disebut harus menunggu antrean untuk mendapatkan jadwal hemodialisa (HD). Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: mengapa pasien yang membutuhkan cuci darah harus antre mendapatkan layanan?
Keluhan tersebut bahkan menjadi perhatian dalam grup WhatsApp Warga Sumbawa Barat. Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov, turut merespons langsung persoalan tersebut dan memberikan penjelasan mengenai kondisi layanan hemodialisa di rumah sakit milik Pemkab Sumbawa Barat itu.
Direktur RSUD Asy-Syifa, Andy Suhaeri, menjelaskan bahwa layanan hemodialisa (HD) di rumah sakit tersebut kini memiliki dukungan 10 unit mesin. Kapasitas itu sejak awal layanan sudah disiapkan dengan pembagian fungsi, sehingga tidak seluruh mesin digunakan untuk pelayanan rutin.
“Untuk saat ini kami di RS memiliki mesin HD sejumlah 10 unit, di mana di awal layanan HD peruntukannya 8 untuk layanan rutin, 1 untuk cadangan dan 1 mesin untuk penyakit menular,” jelas Direktur Andy saat dihubungi media Harian Sumbawa, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut dia, kebutuhan layanan berkembang seiring meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal. Kondisi tersebut membuat kapasitas mesin yang tersedia kini seluruhnya terpakai. Dengan demikian, persoalan antrean bukan karena rumah sakit sengaja membatasi pasien, melainkan karena kapasitas mesin belum sebanding dengan kebutuhan layanan.
Andy menyebut, saat ini layanan HD berjalan dalam dua sesi. Pada sesi pagi terdapat sembilan pasien dan sesi sore juga sembilan pasien. Sementara itu, mesin yang dikhususkan untuk penyakit menular tidak dapat digunakan secara bebas untuk seluruh pasien karena memang diperuntukkan bagi kasus tertentu.
“Seiring berjalannya waktu ternyata pasien gagal ginjal semakin banyak. Sehingga hari ini semua mesin kita sudah full. Pagi 9 pasien dan sore 9 pasien,” ungkapnya.
Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, Andy mengakui saat ini terdapat tiga pasien yang masih menunggu karena belum mendapatkan jadwal dan ketersediaan mesin. Ia memastikan persoalan itu menjadi perhatian manajemen RSUD Asy-Syifa dan tengah disiapkan langkah pengembangan layanan.
“Memang saat ini ada 3 pasien yang lagi antre yang belum bisa ada jadwal dan kesiapan mesin,” katanya.
Untuk jangka panjang, Andy mengatakan RSUD Asy-Syifa telah merencanakan pengembangan layanan hemodialisa dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga mampu mengakomodasi peningkatan kebutuhan pasien gagal ginjal di Sumbawa Barat.
“Untuk rencana ke depan kami sudah merencanakan layanan HD untuk kapasitas 15-20 mesin,” pungkas Andy.
Ia berharap rencana penambahan kapasitas tersebut dapat direalisasikan. Selain itu, Andy menjelaskan bahwa hari Minggu digunakan untuk maintenance atau pemeliharaan alat, sehingga operasional mesin HD tidak dapat dipaksakan berjalan setiap hari tanpa jeda. (Admin01-Hs)













