Dari Teori ke Praktik: ITB dan UTS Latih Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami di SMPN 2 Utan

banner 120x600

Pukat, Utan Sumbawa – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Utan mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami yang diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana melalui penyampaian materi yang dipadukan dengan praktik evakuasi secara langsung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T., M.Sc. dari ITB, serta Dedy Dharmawansyah, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknologi, Lingkungan, dan Mineral (FTLM) UTS, bersama tim pengabdian masyarakat UTS.

Dalam sambutannya, Prof. Sri Widiyantoro menekankan bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami yang perlu dipahami oleh masyarakat sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

“Potensi gempa di wilayah ini tetap ada. Jika terjadi tsunami, masyarakat harus segera menuju tempat yang lebih tinggi. Apabila belum tersedia lokasi evakuasi yang memadai, maka perlu dipersiapkan tempat evakuasi yang aman sebagai bagian dari upaya mitigasi,” ujar Endra Gunawan, Teknik Geofisika ITB melalui rilis resmi diterima media ini, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Setelah sambutan, tim ITB dan UTS menyampaikan materi mengenai penyebab gempa bumi dan tsunami, potensi ancaman bencana di wilayah Nusa Tenggara Barat, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Para siswa juga dikenalkan dengan pentingnya memahami jalur evakuasi, titik kumpul, serta menjaga ketenangan ketika menghadapi situasi darurat.

Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi yang dipandu oleh Ketua Program Studi Teknik Pertambangan UTS, Sayidatina Hayatuzzahra, S.T., M.Eng. Para siswa diajak mempraktikkan prosedur Drop, Cover, and Hold On sebagai langkah awal melindungi diri ketika terjadi gempa bumi.

“Saat aba-aba diberikan, segera merunduk, lindungi kepala dan leher, kemudian tetap berada pada posisi aman sampai guncangan berhenti. Jangan panik dan ikuti arahan guru,” instruksi Sayidatina Hayatuzzahra kepada para siswa saat simulasi berlangsung.

Setelah mempraktikkan perlindungan diri, para siswa diarahkan menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Tim ITB dan UTS turut mendampingi jalannya simulasi serta memastikan setiap siswa memahami prosedur evakuasi yang benar.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa mengikuti setiap tahapan simulasi secara tertib dan aktif selama sesi berlangsung. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga pengalaman langsung dalam menerapkan prosedur penyelamatan diri ketika menghadapi kondisi darurat.

Melalui kolaborasi ini, ITB dan UTS berharap edukasi kebencanaan dapat terus ditanamkan di lingkungan sekolah sehingga mampu membentuk generasi yang lebih siap, tangguh, dan sigap dalam menghadapi ancaman gempa bumi maupun tsunami. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *