Federasi Olahraga Domino Sumbawa Barat Gelar Turnamen Perdana, Animo Membeludak, Bibit Atlet Mulai Diburu

banner 120x600

“Turnamen perdana Orado KSB bukan sekadar ajang adu strategi, tetapi menjadi langkah awal mengenalkan domino sebagai olahraga sekaligus memburu bibit atlet yang kelak mampu membawa nama Sumbawa Barat ke level Porprov hingga PON.”

Taliwang, Hariansumbawa | Domino di Sumbawa Barat mulai mencoba keluar dari stigma permainan biasa. Federasi Olahraga Domino (Orado) Sumbawa Barat menggelar turnamen perdana dengan satu misi: memperkenalkan domino sebagai olahraga yang mengandalkan konsentrasi, kemampuan berhitung, strategi, dan sportivitas sekaligus memburu bibit atlet potensial.

Ketua Federasi Olahraga Domino Sumbawa Barat, Joni Saputra, SH menegaskan turnamen tersebut bukan kegiatan bisnis. Ajang perdana itu menjadi pintu masuk pembinaan sekaligus seleksi awal atlet domino yang diproyeksikan tampil di level yang lebih tinggi.

“Turnamen ini murni sebagai upaya untuk menjaring atlet domino Sumbawa Barat. Ini bukan kegiatan yang berorientasi bisnis,” tegas Joni kepada awak media, Sabtu, 22 Agustus 2026

Menurut Joni, Orado ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap domino. Permainan yang selama ini kerap dilekatkan dengan aktivitas negatif, diarahkan menjadi olahraga yang memiliki aturan, standar pertandingan, serta membutuhkan kemampuan membaca permainan dan menyusun strategi.

“Yang dikedepankan adalah kemampuan menghitung, membaca permainan, konsentrasi dan strategi,” katanya.

Turnamen perdana itu semula direncanakan berlangsung di lapak kawasan Alun-Alun Kota Taliwang. Namun, rencana tersebut berubah karena lokasi yang sama digunakan untuk agenda konser musik.

Pertimbangan bukan sekadar soal tempat. Pertandingan domino membutuhkan konsentrasi tinggi sehingga suara musik dinilai berpotensi mengganggu jalannya pertandingan. Selain itu, biaya penyewaan terop, kursi, sound system dan kebutuhan teknis lainnya juga menjadi beban tersendiri bagi panitia.

Apalagi, turnamen tersebut digelar dengan mengandalkan partisipasi internal dan dukungan donasi pihak ketiga yang masih terbatas.

Namun, keterbatasan itu justru berhadapan dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Pendaftaran peserta bahkan harus ditutup ketika technical meeting dimulai.

“Setelah pendaftaran ditutup masih banyak yang ingin mendaftar, tetapi terpaksa kami tolak karena tahapan pertandingan sudah berjalan,” ungkap Joni.

Tingginya minat tersebut menjadi sinyal bahwa domino memiliki basis massa yang kuat di Sumbawa Barat. Tantangannya kini bukan lagi sekadar menggelar pertandingan, melainkan bagaimana animo tersebut diarahkan menjadi ekosistem olahraga yang terukur.

Joni pun meminta maaf kepada masyarakat yang belum kebagian kesempatan tampil dalam turnamen perdana. Mereka, kata dia, akan mendapat ruang pada agenda berikutnya.

Bahkan, Orado KSB telah menyiapkan turnamen lanjutan dengan skala yang lebih besar. Komunikasi telah dilakukan dengan jajaran Kodim Sumbawa Barat, termasuk melalui Kasdim, untuk menyiapkan pertandingan berikutnya yang direncanakan digelar di lingkungan Kodim.

“Insyaallah, setelah kegiatan ini sukses, kami akan menggelar turnamen yang lebih besar bersama Kodim Sumbawa Barat pada bulan mendatang dengan hadiah yang lebih menarik,” ujarnya.

Bagi Orado, turnamen bukan tujuan akhir. Target yang lebih besar adalah menemukan pemain dengan kemampuan terbaik untuk kemudian dibina secara berkelanjutan.

Atlet-atlet potensial tersebut diproyeksikan tidak hanya tampil dalam kompetisi lokal, tetapi juga dipersiapkan membawa nama Sumbawa Barat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kami berharap output dari kegiatan ini adalah lahirnya atlet-atlet berprestasi. Mereka akan kami bina sehingga nantinya bisa mengikuti Porprov bahkan sampai PON,” kata Joni.

Langkah menuju pembinaan formal juga mulai ditempuh. Orado Sumbawa Barat telah melakukan pendaftaran ke KONI Sumbawa Barat agar organisasi tersebut dapat bernaung dalam ekosistem olahraga daerah dan memperoleh ruang pembinaan yang lebih terarah.

Dengan modal animo peserta yang tinggi, Orado KSB kini menghadapi pekerjaan yang lebih besar: membuktikan bahwa domino bukan sekadar permainan yang ramai dimainkan, tetapi olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi.

Turnamen perdana telah membuka pintu. Kini, pembuktian Orado KSB adalah apakah dari meja-meja domino itu benar-benar bisa lahir atlet yang kelak membawa nama Sumbawa Barat hingga panggung Porprov dan PON. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *