Kajari Mahfuddin Cakra Turun di Karnaval Budaya KSB, Pesan Pelestarian Budaya Menggema

banner 120x600

Foto. Kajari Kabupaten Sumbawa Barat, Mahfuddin Cakra Saputra, SH., MH., (Tengah) Hadiri Acara Karnaval Budaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 2026 di kawasan Gerbang Kemutar Telu Center (KTC), Senin (19/10/2026).

Taliwang, Hariansumbawa – Warna-warni kostum, senyum ceria anak-anak, hingga beragam kreasi budaya Nusantara menyemarakkan pembukaan Lomba Karnaval Budaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 2026 di kawasan Gerbang Kemutar Telu Center (KTC), Senin (19/10/2026). Di tengah kemeriahan itu, kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Barat, Mahfuddin Cakra Saputra, SH., MH., turut menjadi perhatian dalam agenda kebudayaan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut.

Karnaval yang mengusung tema “Lestarikan Budaya, Perkuat Jati Diri, Wujudkan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa” itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Lahir ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Bukan sekadar parade kostum, kegiatan ini menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman sejak usia dini.

Pada hari pertama, sebanyak 74 kontingen TK/RA sederajat tampil dengan berbagai kostum dan kreasi unik. Penampilan mereka merepresentasikan keragaman budaya Sumbawa Barat dan Nusantara. Sorak masyarakat, dukungan orang tua, serta pendampingan para guru membuat suasana di sepanjang jalur karnaval berlangsung semarak.

Kehadiran Kajari Mahfuddin Cakra Saputra di tengah agenda tersebut memperlihatkan keterlibatan unsur penegak hukum dalam ruang kebersamaan masyarakat. Momentum ini sekaligus menempatkan pelestarian budaya sebagai urusan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah atau pelaku seni, melainkan seluruh elemen yang menginginkan identitas lokal tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Dalam keterangannya saat dikonfirmasi media Hariansumbawa, Kajari KSB Mahfuddin Cakra Saputra, SH.,MH menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya melalui kegiatan yang melibatkan generasi muda.

“Karnaval budaya ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan tradisi, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap daerahnya,” jelas Cakra akrab Kajari KSB disapa.

Ia juga menyoroti, bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Melalui kegiatan budaya, anak-anak berkesempatan belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

“Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” papar Cakra.

Dari perspektif pembentukan karakter, Cakra juga mengingatkan bahwa kegiatan yang melibatkan anak-anak perlu diselenggarakan dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, dan tanggung jawab bersama.

“Kemeriahan kegiatan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keselamatan peserta, terutama anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan,” papar Cakra.

Selain menjadi panggung kebudayaan, kawasan KTC juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lapak-lapak yang hadir di sekitar lokasi menambah denyut ekonomi masyarakat. Aktivitas ini memperlihatkan bahwa kegiatan publik dapat menghadirkan manfaat berlapis, mulai dari pelestarian tradisi, penguatan kebersamaan, hingga terbukanya peluang usaha lokal.

Selain itu, Cakra juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

“Pelestarian budaya akan lebih kuat jika menjadi gerakan bersama. Anak-anak perlu mendapat teladan agar tumbuh dengan rasa hormat terhadap tradisi, aturan, dan keberagaman,” pungkas Kajari Cakra.

Sementara, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST.,M.Si dalam arahannya, mengingatkan panitia dan guru pendamping agar mengutamakan kondisi anak-anak selama mengikuti kegiatan.

“Peserta yang kelelahan harus diberi kesempatan beristirahat, tidak dipaksakan melanjutkan perjalanan, serta mendapat asupan minum yang cukup. Ketertiban di sepanjang jalur karnaval juga menjadi perhatian demi menjaga keselamatan seluruh peserta,” tegasnya

Pembukaan karnaval turut dihadiri Bupati KSB H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), peserta karnaval, serta masyarakat. Bupati Amar secara resmi membuka dan melepas peserta, sekaligus menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, termasuk Kajari Sumbawa Barat, menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam perayaan budaya yang diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan tahunan, tetapi terus menghidupkan identitas dan kebanggaan masyarakat Sumbawa Barat.

Lomba Karnaval Budaya KSB 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober. Setelah peserta TK/RA pada Senin (19/10), parade dilanjutkan oleh SD/MI pada Selasa (20/10), SMP/MTs pada Rabu (21/10), serta SMA/SMK/MA dan kategori umum pada Kamis (22/10). (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *