Sumbawa Barat, Hariansumbawa – Sejumlah simpul Pemuda Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat menolak calon pemimpin yang menampilkan sikap kasar dan arogan dalam setiap tutur katanya. Calon pemimpin seperti itu dinilai sebagai tanda-tanda seseorang yang tidak kompeten dalam memimpin.
” Kita menolak itu karena sikap arogan dan kasar tidak menjadi kriteria psikologis ideal untuk menjadi seorang pemimpin. Calon pemimpin itu berjiwa kesatria, serta mampu meluruskan ucapan dan tindakan sebagai modal utama untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ungkap Kencor, salah seorang Pemuda Kecamatan Taliwang.
Aktifis muda Sumbawa Barat ini menegaskan, perhelatan Pilkada KSB kali ini terciderai oleh statement sarkastik Bapaslon tertentu. Isu politik yang dimainkan cenderung mengarah ke ranah sensitif bahkan menabrak regulasi. Sebut saja soal isu ‘Putra Lokal’, Dinasti kekuasaan serta isu-isu lain yang sifatnya pelemahan.
” Kalo kemudian Isu Dinasti Kekuasaan ini dimainkan sama saja dengan menepuk air didulang terpercik muka sendiri. Ya, karena masyarakat banyak yang tau garis keluarga calon pemimpin itu, ” cetusnya.
Ia tak menampik, calon pemimpin Arogan ini akan merasa terlalu bodoh untuk mengakui kesalahannya. Apa yang disampaikan terkesan berbau provokatif, padahal 10 tahun daerah ini ada fungsi pengawasan yang melekat pada dirinya, termasuk sebagian kebijakan.
” Lagi lagi selaku pemuda, saya harus mengatakan, KSB bukan tempat calon pemimpin arogan, bukan pula tempat bagi calon baperan,” imbuhnya.
Ia berharap pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa Barat energinya hendaknya menjadi ajang untuk beradu gagasan, bukan menggaungkan narasi caci maki.
” Saya kira dengan beradu gagasan ini akan tercipta iklim demokrasi yang sehat. Masyarakat akan menentukan pilihannya berdasarkan gagasan, visi misi dan program yang ditawarkan masing-masing calon, ” pungkasnya. (**)













