SMSI KSB Dukung Percepatan Pengembangan RSUD Asy-Syifa, Mesin HD Diusulkan Tambah hingga 20 Unit

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa – Dukungan terhadap percepatan pembangunan dan pengembangan fasilitas kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat terus menguat. DPD Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (SMSI KSB) menilai sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Ketua Bidang Hukum dan Litbang SMSI KSB, Zulkifli Bujir, S.Sos, mengatakan pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“SMSI KSB mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Semakin cepat kebutuhan dasar ini dipenuhi, tentu semakin baik manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, penguatan layanan kesehatan tidak hanya menyangkut pembangunan gedung rumah sakit, tetapi juga harus dibarengi dengan penambahan sarana dan prasarana medis sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian, kata dia, adalah layanan hemodialisa (HD) di RSUD Asy-Syifa. Saat ini rumah sakit tersebut memiliki 10 unit mesin HD, dengan delapan mesin pada awal layanan diperuntukkan bagi pasien rutin, satu unit sebagai cadangan, dan satu unit lainnya untuk pasien dengan penyakit menular.

Zulkifli menjelaskan, perkembangan kebutuhan layanan membuat seluruh kapasitas mesin HD yang tersedia kini telah terpakai. Karena itu, persoalan antrean pasien tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk pembatasan layanan oleh pihak rumah sakit, melainkan berkaitan dengan keterbatasan kapasitas dibandingkan kebutuhan pasien yang terus berkembang.

“Kalau kapasitas mesin sudah seluruhnya terpakai sementara jumlah pasien terus bertambah, tentu akan muncul antrean. Jadi persoalannya bukan rumah sakit sengaja membatasi pasien, tetapi kapasitas layanan memang perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menilai rencana RSUD Asy-Syifa untuk mengembangkan layanan hemodialisa dengan kapasitas lebih besar merupakan langkah yang tepat. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menambah jumlah mesin HD hingga 15 bahkan 20 unit agar mampu mengakomodasi kebutuhan pasien gagal ginjal di Sumbawa Barat.

“Rencana penambahan mesin HD dari 10 menjadi 15 sampai 20 unit patut kita dukung. Ini bukan hanya soal menambah alat, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan memadai,” katanya.

Zulkifli berharap rencana pengembangan tersebut dapat direalisasikan secara bertahap dengan dukungan pemerintah daerah, sehingga peningkatan kapasitas layanan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, langkah tersebut juga penting untuk mencegah keluhan terkait antrean layanan cuci darah kembali mencuat. Dengan kapasitas yang lebih besar, pasien diharapkan memperoleh kepastian jadwal hemodialisa tanpa harus menghadapi tekanan antrean akibat keterbatasan fasilitas.

“Jangan sampai masyarakat terus dihadapkan pada persoalan antrean untuk mendapatkan layanan cuci darah. Pemerintah perlu melihat ini sebagai kebutuhan mendesak dan mempercepat penguatan RSUD Asy-Syifa,” pungkas Zulkifli. (Admin03-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *