Mataram, Hariansumbawa – Di tengah dinamika industri perbankan yang terus bergerak, Bank NTB Syariah memastikan kinerja operasionalnya tetap berada di jalur pertumbuhan. Meski laba mengalami penurunan, manajemen menilai kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor teknis ketimbang melemahnya kinerja inti perusahaan.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa secara fundamental, aktivitas bisnis bank justru menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa indikator operasional masih tumbuh dan memberikan sinyal yang sehat bagi keberlanjutan perusahaan.
“Secara operasional sebenarnya kinerja kami masih tumbuh dibandingkan tahun lalu,” ujar Nazaruddin dalam rilis resmi diterima media ini, 17 Maret 2026. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa penurunan laba bukan mencerminkan penurunan performa keseluruhan.
Menurut Nazaruddin, ada dua faktor utama yang memengaruhi penurunan laba tahun ini. Pertama adalah proses maintenance layanan M Banking yang memerlukan waktu lebih panjang dari yang direncanakan. Kedua adalah pencadangan pembiayaan bermasalah yang harus dilakukan sebagai langkah kehati-hatian.
Ia menjelaskan bahwa jika kedua faktor tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan, maka kondisi laba perusahaan justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan kata lain, penurunan laba lebih bersifat situasional dan tidak mencerminkan kondisi operasional sebenarnya.
“Namun jika kedua faktor itu dikeluarkan dari perhitungan, maka kinerja laba sebenarnya masih tumbuh dibandingkan tahun 2024,” ungkapnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi atas persepsi publik terhadap laporan keuangan bank.
Nazaruddin mengungkapkan, pada tahun 2024 Bank NTB Syariah mencatat laba sekitar Rp215 miliar. Sementara untuk tahun berjalan, jika tidak terbebani dua faktor tersebut, laba diperkirakan bisa mendekati Rp250 miliar.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa mesin bisnis bank tetap bekerja dengan baik. Pertumbuhan yang terjadi menjadi bukti bahwa strategi yang dijalankan masih berada di jalur yang tepat.
“Artinya secara operasional sebenarnya masih mengalami pertumbuhan,” tuturnya. Kalimat ini menggambarkan optimisme manajemen terhadap kondisi internal perusahaan.
Lebih jauh, Nazaruddin menyebutkan bahwa mayoritas unit kerja Bank NTB Syariah juga menunjukkan peningkatan kinerja. Hal ini terlihat dari capaian hampir seluruh jaringan kantor yang mengalami pertumbuhan secara year-on-year.
Dari total 41 unit kerja yang terdiri atas 13 kantor cabang dan 28 kantor lainnya, sekitar 95 persen tercatat tumbuh. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas bisnis di lapangan tetap berjalan dinamis dan produktif.
“Ini menunjukkan bahwa secara operasional sebenarnya tidak ada masalah besar. Permasalahan utamanya hanya berasal dari dua faktor tersebut,” kata Nazaruddin. Ia pun menegaskan bahwa ke depan, pihaknya akan terus memperkuat layanan dan menjaga kualitas pembiayaan agar kinerja perusahaan semakin solid dan berkelanjutan. (Admin02-Hs)













