Foto Ist. Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, S.STP
Sumbawa Barat – Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai merangkak naik menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Kenaikan tersebut terjadi di tengah persoalan keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sempat memicu kekhawatiran terhadap aktivitas distribusi barang dan kebutuhan pokok.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kini memperketat pemantauan harga di sejumlah pasar. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kenaikan harga tidak berkembang menjadi gejolak yang membebani masyarakat.
Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, S.STP, mengakui terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya beras, daging ayam, dan daging sapi. Namun, pihaknya belum berani menyimpulkan bahwa kenaikan tersebut berkaitan langsung dengan kelangkaan Pertalite.
“Sejauh ini kami belum menemukan keterkaitan langsung kelangkaan Pertalite dan kenaikan harga. Petugas kami masih terus memantau pergerakan harga di pasar,” ujar Suryaman kepada media ini, Jumat (7/8/2026).
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah beras premium. Harganya kini berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam telah mencapai sekitar Rp50 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut bahkan telah membuat sejumlah harga komoditas berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, Diskoperindag menilai kondisi pasar sejauh ini belum menunjukkan gejolak yang terlalu mengkhawatirkan di tingkat konsumen.
“Kenaikan harga pangan memang ada dan sudah melampaui HET, namun gejolak harga di tingkat konsumen sejauh ini belum terlalu terasa,” tegas Suryaman.
Persoalan Pertalite kini menjadi salah satu variabel yang ikut dicermati pemerintah. Sebab, jika distribusi BBM kembali normal tetapi harga pangan tetap bertahan tinggi, maka dugaan bahwa kelangkaan BBM menjadi pemicu kenaikan harga harus kembali dievaluasi.
“Informasi resmi Pertamina menyebutkan distribusi Pertalite kembali normal minggu depan. Jika pasokan lancar namun harga tidak turun, berarti kelangkaan BBM bukan pemicunya,” tambahnya.
Pemkab KSB juga tidak ingin mengambil risiko ketika memasuki momentum perayaan 17 Agustus. Biasanya, peningkatan aktivitas masyarakat dan permintaan terhadap sejumlah bahan kebutuhan pokok berpotensi ikut mendorong kenaikan harga.
Karena itu, koordinasi antarinstansi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dipertajam. Pemerintah menyiapkan skenario intervensi apabila kenaikan harga pangan mulai bergerak di luar batas kewajaran.
“Jika tren harga terus naik, TPID segera menggelar rapat intervensi. Pemerintah menyiapkan Gerakan Pasar Murah atau operasi pasar bagi warga,” pungkas Suryaman.
Gerakan Pasar Murah menjadi salah satu opsi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan harga menjelang HUT ke-81 RI. Diskoperindag juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Pemerintah berharap pasokan tetap lancar sehingga momentum kemerdekaan tidak dibarengi beban harga pangan yang semakin berat bagi masyarakat. (Admin01-Hs)













