RAT TBA Poto Tano, Hj Hanipah: Pinjaman Tanpa Bunga Jadi Senjata Lawan Rentenir

banner 120x600

Poto Tano, Hariansumbawa | Suasana Aula Kantor Camat Poto Tano, Selasa (14/4), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anggota Koperasi Konsumen Syariah TBA berkumpul dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, sebuah forum penting yang tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban, tetapi juga meneguhkan arah gerak ekonomi berbasis syariah di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program unggulan daerah “Kartu KSB Maju” melalui layanan Maju UMKM. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mendorong penguatan koperasi berbasis Tuntas Baca Al-Qur’an (TBA) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi sekaligus pembangunan karakter masyarakat.

Camat Poto Tano, Muhlis, S.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa koperasi syariah TBA bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan mampu menjadi ruang tumbuhnya nilai spiritual di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

“Melalui gerakan Tuntas Baca Al-Qur’an, kita tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi moral masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta RAT.

Muhlis menjelaskan, koperasi ini menerapkan sistem tanpa bunga sesuai prinsip syariah. Produk pinjaman yang tersedia pun disesuaikan dengan kebutuhan anggota, mulai dari pinjaman bakulan untuk usaha kecil harian hingga pinjaman musiman.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan perhatian serius terhadap progres program Kartu KSB Maju. Ia bahkan menanyakan secara langsung sejauh mana distribusi kartu tersebut telah berjalan.

“Kartu KSB Maju ini harus segera tuntas didistribusikan. Target kita akhir April sudah rampung karena ini menyangkut akses masyarakat terhadap berbagai bantuan pemerintah,” tegas Hj. Hanipah.

Ia juga menilai kehadiran koperasi syariah TBA menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang membutuhkan akses permodalan tanpa harus terjerat praktik pinjaman berbunga. Menurutnya, skema tanpa bunga ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Koperasi syariah seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat. Tidak ada bunga, tidak memberatkan, dan tetap mendorong produktivitas usaha,” lanjutnya.

Lebih jauh, Hj Hanipah menegaskan bahwa koperasi TBA bersifat inklusif. Ia memastikan bahwa layanan koperasi tetap terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, selama memenuhi syarat administratif sebagai warga Sumbawa Barat.

“Kita ingin koperasi ini menjadi milik bersama. Siapa pun bisa bergabung selama berdomisili di KSB dan memiliki Kartu Keluarga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan RAT sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan koperasi. Menurutnya, transparansi seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memperkuat kelembagaan koperasi ke depan.

“RAT ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud tanggung jawab pengurus kepada anggota. Ini harus terus dijaga,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Bupati turut mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali gerakan TBA di tingkat kecamatan hingga desa. Ia menilai banyak program pemerintah yang terintegrasi dengan gerakan tersebut.

“Saya minta camat dan kepala desa kembali mengaktifkan gerakan TBA. Banyak program pemerintah yang akan berjalan melalui jalur ini,” tegasnya.

Data yang disampaikan dalam forum menunjukkan bahwa hingga saat ini terdapat 113 anggota koperasi di Kecamatan Poto Tano yang telah merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menargetkan Poto Tano sebagai salah satu pusat pengembangan hortikultura melalui program “KSB Maju Luar Biasa”. Sinergi antara sektor koperasi dan pertanian dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Hj Hanipah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas. Ia optimistis, jika seluruh program dijalankan secara konsisten, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.

“Kunci keberhasilan ada pada kebersamaan. Kalau kita kompak, saya yakin ekonomi masyarakat akan tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *