Lima Koper Disita KPK dari Kantor Bupati Lombok Barat, Jejak Dugaan Korupsi Kian Terkuak

banner 120x600

Giri Menang | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa lima koper yang diduga berisi dokumen penting usai menggeledah Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (23/7/2026). Penyitaan tersebut menjadi bagian dari penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang telah menjerat Bupati nonaktif Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), sebagai tersangka.

Tim penyidik KPK tiba sekitar pukul 09.40 Wita dengan pengawalan ketat. Sejumlah kendaraan berwarna hitam terparkir di depan ruang kerja Bupati, sementara personel Brimob Polda NTB bersama Satpol PP melakukan pengamanan sehingga akses menuju lokasi penggeledahan ditutup bagi awak media.

Selama hampir lima jam, penyidik memeriksa sejumlah ruangan strategis, di antaranya ruang kerja Bupati, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta ruang Penjabat Sekretaris Daerah. Dari lokasi tersebut, penyidik terlihat membawa keluar lima koper yang diduga berisi dokumen dan barang bukti lainnya.

Tanpa memberikan keterangan kepada wartawan, rombongan penyidik langsung meninggalkan Kantor Bupati dengan pengawalan aparat keamanan. Seluruh barang yang disita dibawa menggunakan kendaraan operasional KPK untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Usai penggeledahan di kantor bupati, KPK membagi tim menjadi dua. Sebagian bergerak menuju Rumah Dinas Bupati yang berada di seberang Kantor Bupati Lombok Barat, sementara tim lainnya melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPRPKP Lombok Barat.

Di Kantor Dinas PUPRPKP, penyidik memasuki ruang kerja kepala dinas, ruang rapat, dan beberapa ruangan lain yang dinilai berkaitan dengan proses penyidikan. Bersamaan dengan itu, tim lain juga melakukan pemeriksaan di Pendopo Bupati, termasuk ruang utama yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat.

Hingga berita ini ditulis, proses penggeledahan di Rumah Dinas Bupati dan Kantor Dinas PUPRPKP masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai rincian dokumen maupun barang bukti yang diamankan dari sejumlah lokasi tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Akhmad Saikhu, memilih tidak memberikan banyak komentar. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh proses masih berada dalam tahapan penyidikan.

“Masih dalam proses (penggeledahan), tidak ada tanggapan,” ujar Saikhu kepada awak media.

Saat ditanya mengenai ruang kerjanya yang ikut digeledah, Saikhu kembali menegaskan bahwa dirinya belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena seluruh tahapan masih berlangsung.

Penggeledahan intensif di sejumlah lokasi strategis ini memperlihatkan keseriusan KPK dalam menelusuri aliran dokumen, bukti administrasi, serta kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam perkara yang tengah diusut. Lima koper yang dibawa penyidik kini menjadi perhatian publik karena diyakini dapat membuka rangkaian fakta baru dalam kasus dugaan korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. (Admin02-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *