Tiga Spesialis Baru Masuk RSUD Asy-Syifa, MoU Oktober, Rujukan Pasien Dibidik Turun

banner 120x600

Foto. Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov

Taliwang, Hariansumbawa – RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat terus memperkuat layanan medis untuk mengurangi ketergantungan pasien terhadap rumah sakit di luar daerah. Tiga layanan spesialis baru kini disiapkan dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang.

Direktur RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., mengatakan penguatan tersebut merupakan hasil pemetaan kebutuhan pelayanan berdasarkan data rujukan pasien. Dari evaluasi itu, terdapat sejumlah layanan yang dinilai perlu segera diperkuat di rumah sakit daerah.

Tiga layanan yang disiapkan masing-masing bedah onkologi, spesialis jantung dan pembuluh darah, serta spesialis kulit dan kelamin (SpKK). Ketiga bidang tersebut selama ini menjadi salah satu sumber rujukan keluar karena belum seluruh kasusnya dapat ditangani di RSUD Asy-Syifa.

Andy menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan kerja sama dengan tiga dokter spesialis untuk mengisi kebutuhan tersebut. Saat ini proses kerja sama tengah memasuki tahap finalisasi sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

“Untuk tiga layanan ini kita sudah siapkan. Target MoU-nya Oktober dan langsung mulai pelayanan di Oktober juga,” kata Andy kepada awak media, Selasa, 15 September 2026.

Dengan tambahan tersebut, pasien dengan kasus kanker, gangguan jantung, maupun penyakit kulit dan kelamin yang membutuhkan penanganan spesialistik diharapkan memiliki lebih banyak pilihan pelayanan di dalam daerah. Selama ini, sebagian pasien harus menempuh perjalanan keluar daerah untuk mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya.

Menurut Andy, penguatan layanan spesialis tidak semata-mata mengejar penurunan angka rujukan. Keselamatan pasien tetap menjadi pertimbangan utama, termasuk memastikan dokter, fasilitas, serta peralatan medis yang dibutuhkan benar-benar tersedia.

“Kita tidak memaksakan semua pasien harus ditangani di sini. Kalau memang membutuhkan alat atau tindakan yang belum tersedia, rujukan tetap dilakukan,” tegasnya.

Andy menambahkan, sebagian besar dokter spesialis yang telah memberikan pelayanan di RSUD Asy-Syifa juga memiliki komitmen untuk menangani pasien di daerah selama kasus tersebut masih berada dalam kapasitas pelayanan rumah sakit. Dengan demikian, pasien tidak perlu dirujuk hanya karena keterbatasan layanan spesialis.

“Hampir semua spesialis sudah berkomitmen bahwa kalau misalnya bisa dirawat di sini, ya tidak perlu dirujuk,” ujarnya.

Namun, rujukan tetap menjadi pilihan apabila kasus yang ditangani membutuhkan perangkat medis atau tindakan tertentu yang belum dimiliki RSUD Asy-Syifa. Andy menyebut kondisi semacam itu masih memungkinkan terjadi, tetapi jumlahnya diharapkan semakin kecil seiring penguatan fasilitas dan layanan.

“Kecuali yang ada spesialisnya di Asy-Syifa tapi tidak ada alatnya di kami, itu memang bisa dirujuk, tapi angkanya sedikit sekali,” jelas Andy.

Manajemen RSUD Asy-Syifa berharap kehadiran tiga layanan spesialis tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas kemampuan rumah sakit. Selain mendekatkan akses layanan kepada masyarakat Sumbawa Barat, penguatan ini juga diarahkan untuk menekan rujukan yang sebenarnya masih dapat ditangani di daerah. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *