Taliwang, Hariansumbawa | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyatukan langkah kepemimpinan seluruh kepala perangkat daerah melalui Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Paserang, Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Penguatan Sinergi Kepemimpinan untuk Mewujudkan KSB Maju Luar Biasa menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat”, retreat menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah kepemimpinan sekaligus memastikan program prioritas daerah berjalan lebih terintegrasi.
Sebanyak 42 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas kepala perangkat daerah, asisten, staf ahli, dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Retreat dilaksanakan selama tiga hari, 17–19 September 2026, dengan lokasi kegiatan di Kila Balad dan Bendungan Tiu Suntuk. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan, dialog kepemimpinan, serta ruang refleksi terhadap pelaksanaan tugas dan program pembangunan daerah.
Sejumlah narasumber turut dilibatkan, di antaranya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta para pimpinan daerah dari beberapa periode sebelumnya. Kehadiran mereka diharapkan memberikan perspektif sekaligus pengalaman dalam mengelola pemerintahan pada situasi dan tantangan yang berbeda.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, drh. Hairul, M.M., selaku Ketua Panitia, mengatakan retreat diarahkan untuk memperkuat solidaritas, komitmen, dan kepekaan para pimpinan perangkat daerah dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Menurutnya, kepemimpinan perangkat daerah tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki sensitivitas terhadap persoalan masyarakat dan mampu menerjemahkan arah kebijakan kepala daerah ke dalam kerja nyata.

Membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi mengenai arah pembangunan daerah, Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan bahwa pencapaian visi dan misi pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab bupati dan wakil bupati.
“Bupati dan wakil bupati tidak mungkin bekerja sendiri untuk mengemban amanah mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah. Karena itu, kami ingin melihat sejauh mana kepemimpinan selama satu setengah tahun ini berjalan, apa yang perlu diperkuat dan apa yang perlu disempurnakan,” jelasnya.
Dalam arahannya, Bupati Amar menempatkan tiga nilai sebagai pijakan utama kepemimpinan pemerintahan, yakni integritas, transformatif, dan kolaboratif. Ketiganya dinilai penting agar organisasi pemerintahan mampu bergerak secara efektif menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Integritas, kata Bupati, menjadi fondasi dalam menjalankan amanah sekaligus membangun kepercayaan publik. Sedangkan kepemimpinan transformatif menuntut setiap pimpinan mampu membaca perubahan, memahami dinamika masyarakat, serta melakukan pembenahan pelayanan secara berkelanjutan.
“Karena kita adalah pelayan publik, kita harus peka terhadap dinamika yang terjadi, isu di masyarakat, dan titik-titik krusial dalam pelayanan. Dengan cara berpikir transformatif, kita bisa mencari solusi dan terus adaptif mengembangkan pelayanan,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, persoalan pembangunan dan pelayanan publik tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu organisasi perangkat daerah karena saling berkaitan dan membutuhkan kerja bersama.
“Jangan sampai kita menjadi penyakit dalam organisasi, tetapi bagaimana kita menjadi solusi dalam organisasi dengan berkolaborasi bersama semua pihak,” tegasnya.
Melalui retreat tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan perhatian, serta merumuskan langkah penguatan dalam menjalankan tugas masing-masing. Proses tersebut diharapkan menghasilkan koordinasi yang lebih solid dan respons pemerintahan yang semakin cepat.
Bupati berharap nilai integritas, kepemimpinan transformatif, dan budaya kolaborasi tidak berhenti sebagai materi retreat, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengambilan keputusan, koordinasi lintas sektor, penyelesaian persoalan, hingga pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Semoga setelah kegiatan ini integritas, transformatif, dan kolaboratif bisa terus diperkuat sehingga kepala daerah dan wakil kepala daerah bisa menjadi sesuatu yang utuh dalam mengemban amanah mewujudkan KSB Maju Luar Biasa menuju transformasi kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,” ujarnya. (Admin01-Hs)













