Taliwang, Hariansumbawa | Di balik gemerlap raihan medali cabang olahraga panahan Kabupaten Sumbawa Barat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, ada sosok yang bekerja dalam senyap di pinggir lapangan. Perempuan muda asal Jepang, Yuri Hayashi (26), menjadi bagian penting dari proses pembinaan yang melahirkan atlet-atlet bermental kuat dan mampu bersaing di arena pertandingan.
Pelatih asal Prefektur Aichi yang bergabung dengan klub Selabora FIKK Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu hadir mendampingi atlet-atlet muda selama pelaksanaan Porprov di Lapangan Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang. Kehadirannya menjadi bukti bahwa transfer ilmu lintas negara mampu memberikan warna baru bagi perkembangan panahan di Sumbawa Barat.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Perpani Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin, pembinaan panahan terus menunjukkan hasil positif. Perpaduan program pembinaan daerah dengan pengalaman kepelatihan internasional berhasil mengantarkan panahan Sumbawa Barat meraih sembilan medali pada ajang tersebut.
Yuri mengaku perjalanan hidupnya di dunia panahan tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah mengikuti seleksi Tim Nasional Jepang saat berusia 17 tahun, namun gagal lolos pada tahap akhir. Pengalaman itu justru menjadi titik balik yang mendorongnya memilih jalur kepelatihan dibanding mengejar karier sebagai atlet.
“Saat itu mental saya belum cukup kuat sehingga tidak bisa masuk tim nasional. Dari situ saya berpikir pengalaman saya bisa membantu atlet lain. Mental bertanding harus dibangun sejak anak-anak,” ujar Yuri saat ditemui di KTC Taliwang, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam melatih atlet usia dini bukan terletak pada kemampuan teknik semata. Menurut Yuri, seorang pelatih harus mampu memahami kondisi psikologis atlet agar mereka tetap percaya diri ketika menghadapi tekanan di lapangan.
“Mental anak-anak belum stabil. Pelatih harus tahu kapan memberi arahan, kapan memberi semangat, dan memilih kata-kata yang tepat agar mereka tetap percaya diri,” katanya.
Yuri juga menuturkan bahwa keputusannya datang ke Indonesia bermula dari ketertarikannya terhadap budaya Indonesia serta kesempatan mengikuti program kerja sama kepelatihan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 2024. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar mengenai karakter atlet Indonesia.
Menurut Yuri, atlet Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang apabila mendapatkan pembinaan yang konsisten, lingkungan latihan yang positif, dan pendampingan mental sejak usia muda. Ia menilai keberanian bertanding harus dilatih bersamaan dengan peningkatan kemampuan teknik agar prestasi dapat terus meningkat.
Kehadiran Yuri menjadi salah satu warna baru dalam perjalanan panahan Sumbawa Barat. Sentuhan kepelatihan dari Jepang tidak hanya memperkaya metode latihan, tetapi juga memperkuat budaya disiplin, fokus, dan pengendalian emosi yang menjadi fondasi penting bagi lahirnya atlet berprestasi.
Raihan medali panahan Sumbawa Barat pada Porprov XII NTB 2026 pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pembinaan daerah dan pengalaman internasional mampu melahirkan prestasi. Dari Jepang ke Taliwang, Yuri Hayashi menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun lewat ketepatan membidik sasaran, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan mental juara. (Admin01-Hs)













