Sumbawa Barat – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Literasi Keamanan Informasi yang digelar Selasa (18/8/2026) di SMAN 1 Taliwang dan SMAN 1 Jereweh.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran sekaligus ketahanan pelajar dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Para siswa dibekali pengetahuan praktis mengenai keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga berbagai modus kejahatan digital.
Materi yang diberikan mencakup ancaman phishing, pencurian akun, malware melalui aplikasi maupun game ilegal, social engineering, penipuan digital, serta risiko penggunaan Wi-Fi publik. Siswa juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya menggunakan kata sandi yang kuat, menjaga kerahasiaan OTP, membatasi penyebaran data pribadi, dan lebih selektif dalam membagikan konten di media sosial.
Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo KSB, Titin Yuliana, S.STP., M.Ec.Dev, mengatakan tingginya aktivitas remaja di media sosial harus diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan informasi.
“Generasi muda sangat aktif di ruang digital, tetapi tingginya intensitas interaksi tersebut harus diimbangi dengan pemahaman keamanan informasi agar tidak mudah menjadi korban kejahatan siber,” tegas Titin.

Menurut dia, pemahaman keamanan informasi bukan sekadar pengetahuan teknis, melainkan menjadi fondasi bagi pelajar untuk membangun sikap kritis dan kewaspadaan ketika beraktivitas di dunia maya. Sebab, remaja yang kurang memahami keamanan digital rentan menjadi sasaran eksploitasi, peretasan, maupun berbagai modus penipuan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo KSB bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Jereweh. Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai edukasi keamanan informasi penting untuk memperkuat literasi digital para siswa.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif. Peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test, kemudian menerima materi, berdiskusi dan mengikuti sesi tanya jawab sebelum ditutup dengan post-test dalam bentuk kuis berhadiah.
Titin menyampaikan bahwa pendekatan interaktif tersebut sengaja dilakukan agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi mampu memahami sekaligus mengidentifikasi berbagai risiko yang mereka hadapi dalam aktivitas digital sehari-hari.
“Keamanan informasi harus dimulai dari kesadaran diri, termasuk menjaga data pribadi, tidak memberikan OTP kepada siapa pun, serta berpikir kritis sebelum mengklik tautan atau membagikan informasi,” ujar Titin.
Kegiatan ini diikuti jajaran Diskominfo Kabupaten Sumbawa Barat, pihak sekolah, serta siswa-siswi dari SMAN 1 Taliwang dan SMAN 1 Jereweh. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi hingga pelaksanaan kuis evaluasi.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai keamanan informasi serta perlindungan data pribadi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dikemas secara interaktif dapat menjadi salah satu cara efektif membentuk pelajar yang lebih bijak, kritis, dan waspada dalam menggunakan teknologi.
Bagi Diskominfo KSB, penguatan literasi keamanan informasi di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu melindungi diri dari ancaman di ruang siber. (Admin01-Hs)













