Foto. Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt.,M.M.Inov saat menjadi pembina Apel Pagi ASN lingkup Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) di Lapangan Graha Fitrah, Senin (19/10/2026).
Taliwang, Hariansumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggenjot pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 KSB. Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan jajarannya aktif mendampingi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menata lingkungan.
Instruksi tegas itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt.,M.M.Inov, saat menjadi pembina Apel Pagi ASN lingkup Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) di Lapangan Graha Fitrah, Senin (19/10/2026). Para pimpinan perangkat daerah diminta tidak cukup mengandalkan laporan atau memantau dari kejauhan, tetapi harus hadir langsung di wilayah binaan masing-masing.
Keterlibatan kepala OPD dinilai menjadi kunci untuk menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) agar bekerja lebih kompak. Program STBM membutuhkan keterlibatan nyata seluruh unsur pemerintah bersama masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kelurahan.
“Kalau sudah turun sampai ke kepala OPD-nya, kepala dinasnya selaku pengawas tingkat kabupaten, insyaallah anak-anak buahnya atau ASN stafnya akan bergerak dengan sempurna,” tegas Wakil Bupati dalam arahannya.

Kecamatan Taliwang secara khusus diminta menjadi barometer keberhasilan pelaksanaan STBM dan penataan lingkungan di Bumi Pariri Lema Bariri. Tim penanganan di wilayah tersebut harus lebih proaktif menjangkau kelurahan dan lingkungan, sekaligus memastikan kegiatan kebersihan tidak berhenti sebatas instruksi.
Momentum ini semakin penting karena KSB akan memperingati HUT ke-23 pada November mendatang. Selain itu, KSB dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan HUT Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2026. Dua agenda tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan lingkungan dan mempercantik wajah ibu kota kabupaten.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian ialah membersihkan sisa material pembangunan pedestrian dan drainase. Penataan kawasan perkotaan perlu dipastikan berjalan maksimal agar tidak menyisakan kesan semrawut, terutama di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan jalur yang dilalui para tamu.
Kehadiran tamu dari berbagai kabupaten dan kota se-NTB pada peringatan HUT provinsi nanti akan menjadi momentum bagi KSB untuk menunjukkan kualitas penataan wilayahnya. Taliwang diharapkan tampil lebih bersih, rapi, dan asri, sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih melalui program STBM.
Karena itu, instruksi kepada kepala OPD bukan sekadar agenda rutin apel pagi. Tantangannya adalah memastikan arahan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi aksi di lapangan, dengan pembagian tugas yang jelas, pendampingan ASN yang konsisten, serta keterlibatan masyarakat.
Keberhasilan STBM pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya instruksi, melainkan dari perubahan nyata lingkungan yang dirasakan warga. (Admin01-Hs)













