Mubes HPMSB Yogyakarta Jadi Momentum Regenerasi dan Penguatan Kontribusi Mahasiswa untuk Sumbawa Barat

banner 120x600

Foto. Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa Barat (HPMSB) Yogyakarta Saat Foto Bersama Dengan Para Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Setelah Kegiatan Musyawarah Besar (Mubes)

Yogyakarta, Hariansumbawa — Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa Barat (HPMSB) Yogyakarta berhasil menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum regenerasi kepengurusan organisasi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi mahasiswa Sumbawa Barat yang sedang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat jejaring, ruang belajar, serta kontribusi bagi pembangunan daerah.

Mubes dihadiri sekitar 60 mahasiswa dari kurang lebih 120–130 mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa Barat yang saat ini menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Forum tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas angkatan, terutama bagi mahasiswa baru untuk mengenal sesama mahasiswa Sumbawa Barat sekaligus membangun komunikasi dengan senior, alumni, sesepuh, dan Dewan Pembina HPMSB Yogyakarta.

Mahasiswa sebelumnya mengharapkan kehadiran Bupati Sumbawa Barat dalam kegiatan tersebut. Namun, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat dan Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan juga dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, sesepuh dan Dewan Pembina HPMSB, alumni, serta mahasiswa Sumbawa Barat di Yogyakarta.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, DPRD, alumni, pembina, dan mahasiswa dalam satu forum menjadi bagian penting dari upaya membangun komunikasi antargenerasi. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan dukungan selama menempuh pendidikan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan pandangan mengenai berbagai persoalan pembangunan di Sumbawa Barat.

Salah satu agenda utama Mubes adalah regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan ketua HPMSB Yogyakarta. Kepengurusan baru hasil Mubes tersebut direncanakan akan dilantik pada akhir Oktober 2026. Regenerasi ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat kembali organisasi agar semakin aktif, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa Sumbawa Barat yang belajar di Yogyakarta.

Lebih dari sekadar organisasi kedaerahan, HPMSB Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu pintu komunikasi resmi yang menghubungkan mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Organisasi ini dapat menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa sekaligus mitra dialog pemerintah dalam membangun dan mengembangkan sumber daya manusia daerah.

Keberadaan HPMSB juga diharapkan mampu mengembangkan tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. Yogyakarta sebagai kota pendidikan memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa Sumbawa Barat untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman organisasi, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kepentingan individual, tetapi dapat dikembalikan dalam bentuk gagasan dan kontribusi bagi daerah.

Karena itu, kepengurusan baru diharapkan dapat mengembangkan kegiatan yang lebih produktif, mulai dari forum diskusi, kajian pembangunan daerah, kegiatan sosial dan kebudayaan, pengembangan kreativitas hingga kegiatan olahraga. HPMSB juga dapat mengambil peran dalam memperkenalkan Kabupaten Sumbawa Barat kepada masyarakat yang lebih luas melalui berbagai forum mahasiswa dan jejaring organisasi kedaerahan di Yogyakarta.

Mubes tahun ini sekaligus menunjukkan keberlanjutan regenerasi HPMSB Yogyakarta. Dalam perjalanannya, organisasi tersebut telah menjadi tempat belajar bagi berbagai generasi mahasiswa Sumbawa Barat. Sejumlah alumni yang pernah menempuh pendidikan dan berorganisasi di Yogyakarta kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari birokrasi pemerintahan, politik, akademik, dunia usaha hingga sektor pertambangan. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi anggota DPRD serta menduduki posisi strategis di lingkungan birokrasi dan perusahaan.

Jejak para alumni tersebut menjadi modal sosial penting bagi generasi mahasiswa saat ini. Hubungan antara mahasiswa dan alumni diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi berkembang menjadi jejaring pengetahuan, mentoring, pengembangan kapasitas, serta ruang berbagi pengalaman yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk kembali dan berkontribusi kepada daerah.

Dalam konteks tersebut, HPMSB Yogyakarta diharapkan tumbuh menjadi ruang belajar sekaligus episentrum pengetahuan mahasiswa Sumbawa Barat di Yogyakarta. Organisasi harus mampu mempertemukan pengalaman para alumni dengan energi dan pemikiran kritis mahasiswa untuk mendiskusikan masa depan daerah secara terbuka dan konstruktif.

Momentum Mubes juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam pembangunan Sumbawa Barat. Kontribusi mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pemerintahan, tetapi dapat dimulai dari produksi gagasan, kritik konstruktif, penelitian, kegiatan sosial, pengembangan kreativitas, hingga membangun jejaring yang membawa nama Sumbawa Barat ke ruang yang lebih luas.

Terselenggaranya Mubes HPMSB Yogyakarta 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan dan donasi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), serta para alumni HPMSB Yogyakarta. Dukungan tersebut memungkinkan rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik selama tiga hari.
Berakhirnya Mubes bukan menjadi akhir dari kegiatan organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab kepengurusan baru. Tantangan berikutnya adalah memastikan HPMSB tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa Sumbawa Barat tanpa membedakan kampus, angkatan, maupun latar belakang.

Dengan semangat regenerasi tersebut, HPMSB Yogyakarta diharapkan memasuki babak baru sebagai organisasi mahasiswa daerah yang tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga membangun tradisi intelektual dan menyiapkan generasi muda yang kelak kembali membawa pengetahuan, pengalaman, serta jejaringnya untuk Sumbawa Barat.

Dari Yogyakarta, mahasiswa Sumbawa Barat ingin menegaskan satu pesan: belajar di tanah rantau tidak berarti menjauh dari daerah, tetapi menjadi kesempatan mempersiapkan diri untuk kembali dan memberi arti bagi tanah kelahiran. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *