Raja Lintasan PORPROV! Balap Sepeda KSB Sapu 15 Medali, Rebut Juara Umum dan Jadi Penyumbang Emas Terbanyak

banner 120x600

Dengan torehan tujuh medali emas dan total 15 medali, balap sepeda bukan hanya menjadi penyumbang medali terbanyak, tetapi juga tampil sebagai lokomotif yang mengantarkan Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan salah satu pencapaian terbaiknya pada PORPROV XII NTB 2026″.

Mataram – Cabang olahraga balap sepeda tampil sebagai penyumbang medali terbanyak bagi Kontingen Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026. Dari 11 atlet yang diturunkan, KSB berhasil mengoleksi 15 medali, terdiri atas 7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu, sekaligus memastikan diri keluar sebagai Juara Umum cabang olahraga balap sepeda.

Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi paling menonjol yang diraih KSB sepanjang pelaksanaan PORPROV XII NTB. Dominasi para pembalap KSB di berbagai nomor perlombaan membuktikan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan selama ini berjalan efektif dan mampu menghasilkan prestasi nyata di tingkat provinsi.

Keberhasilan mengumpulkan 15 medali juga memberikan kontribusi terbesar terhadap perolehan medali kontingen KSB secara keseluruhan. Raihan itu menjadi modal penting yang mengantarkan KSB bersaing di papan atas klasemen akhir PORPROV XII NTB 2026.

Di balik keberhasilan tersebut, sosok Brigpol Dimas, anggota Satuan Intelkam Polres Sumbawa Barat yang dipercaya sebagai pelatih tim balap sepeda KSB, dinilai memiliki peran penting dalam membangun kekompakan dan kesiapan tim sejak masa persiapan hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir.

Brigpol Dimas mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para atletnya. Menurutnya, seluruh pembalap telah menunjukkan semangat juang tinggi sehingga mampu membawa pulang prestasi terbaik untuk Kabupaten Sumbawa Barat.

“Alhamdulillah, seluruh atlet telah berjuang dengan maksimal sehingga mampu mempersembahkan 15 medali, terdiri atas 7 medali emas, 4 medali perak, dan 4 medali perunggu untuk Kabupaten Sumbawa Barat. Memang sempat terjadi sedikit perselisihan dalam pertandingan, namun hal itu dapat diselesaikan dengan baik dan seluruh tim tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Dimas saat dikonfirmasi awak media, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata hasil kerja pelatih ataupun atlet, melainkan buah dari kolaborasi seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan balap sepeda KSB. Mulai dari atlet, pelatih, ofisial, pemerintah daerah, KONI, hingga dukungan keluarga dan masyarakat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan pemerintah daerah, KONI, keluarga atlet, dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat yang selama ini memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga balap sepeda,” katanya.

Menurut Dimas, hasil tersebut harus dijadikan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia berharap para atlet tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga disiplin latihan agar mampu bersaing pada kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

“Semoga hasil ini menjadi penyemangat bagi atlet-atlet Balap Sepeda Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, mempertahankan prestasi, dan mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.

Keberhasilan balap sepeda menjadi juara umum sekaligus penyumbang medali terbanyak dinilai mempertegas kualitas sistem pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Konsistensi latihan, pembinaan atlet usia dini, serta dukungan pemerintah daerah menjadi faktor yang mampu melahirkan atlet-atlet kompetitif.

Prestasi tersebut juga menjadi sinyal bahwa KSB memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu kekuatan olahraga di Nusa Tenggara Barat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peluang melahirkan atlet nasional dari cabang balap sepeda semakin terbuka lebar.

Momentum ini diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan investasi pada sektor olahraga, mulai dari penyediaan sarana latihan, peningkatan kualitas pelatih, hingga pembinaan atlet secara berjenjang agar prestasi serupa dapat terus dipertahankan. (Admin01-Hs)

Redaktur : Zulkifli Bujir (Kief)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *