Foto. Gambar Ilustrasi Klarifikasi SPPG Kuang Isu Apel Busuk di SDN 1 Taliwang
Sumbawa Barat | Menyikapi pemberitaan terkait ditemukannya satu apel yang diduga busuk oleh seorang wali murid SDN 1 Taliwang, Mitra SPPG Kuang memberikan klarifikasi resmi bahwa hingga saat ini tidak pernah ada laporan baik dari pihak sekolah maupun wali murid mengenai dugaan bahan baku bermasalah tersebut.
Pihak Mitra SPPG Kuang menegaskan bahwa informasi yang beredar di media muncul tanpa ada proses konfirmasi sebelumnya kepada dapur SPPG. “Kami tidak menerima laporan apapun tentang adanya apel busuk yang didistribusikan ke sekolah. Tiba-tiba mencuat di media tanpa klarifikasi baik dari pihak sekolah atau kami sebagai pengelola SPPG,” ujar perwakilan Mitra SPPG Kuang, Senin, 23 Februari 2026.
Setelah pemberitaan muncul, pihak mitra langsung berupaya menghubungi wali murid, Ruslan Bolin, serta pihak sekolah melalui telepon seluler. Menurut mitra, respons keduanya sangat baik dan terbuka untuk komunikasi sehingga persoalan ini tidak menimbulkan kesalahpahaman yang lebih jauh.
Mitra SPPG Kuang menegaskan, sesuai arahan Badan Gizi Nasional, mereka selalu siap bertanggung jawab terhadap seluruh proses pendistribusian jika memang ada kesalahan teknis di lapangan. Namun, untuk kasus dugaan apel busuk tersebut, mitra mengaku belum bisa memastikan kebenaran kondisi fisiknya karena tidak ada laporan resmi atau bukti yang diterima.
“Setiap hari kami mendistribusikan paket MBG kepada 2.476 siswa serta 422 penerima manfaat B3 (Bumil, Busui, Balita). Jika benar ada masalah pada bahan baku, tentu akan ada lebih banyak laporan. Namun sejauh ini hanya satu wali murid yang menyampaikan melalui media,” jelas perwakilan mitra.
Pihak sekolah SDN 1 Taliwang juga telah memberi keterangan bahwa tidak ada keluhan di grup orang tua maupun laporan langsung kepada pihak sekolah mengenai kualitas bahan baku MBG pada hari tersebut.
Secara teknis, pendistribusian MBG dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyortiran bahan baku hingga pemeriksaan kualitas buah. Semua tahapan tersebut mengikuti standar juknis Badan Gizi Nasional. Mitra SPPG Kuang menegaskan pihaknya selalu berupaya maksimal menjaga kualitas bahan baku yang diterima siswa.
Dari sisi wali murid, Ruslan Bolin juga menyampaikan bahwa unggahan media bukan bertujuan untuk menggagalkan program nasional MBG. Ia menyebut hanya melaporkan apa yang dialami anaknya, dan menyampaikan permohonan maaf apabila narasinya menimbulkan persepsi yang kurang tepat.
“Seperti yang saya sampaikan di media, apel yang diterima anak saya bagian atasnya terlihat rusak. Soal nilai bahan baku, ternyata ada satu item yang tidak dibawa pulang anak saya, yaitu telur rebus. Itu yang membuat hitungan saya tidak sesuai,” jelas Ruslan Bolin.
Menanggapi hal tersebut, Mitra SPPG Kuang kembali menegaskan bahwa seluruh harga bahan baku yang dibagikan sudah sesuai dengan standar anggaran harga pasar di Kecamatan Taliwang. Jika ditemukan ada item yang hilang, maka itu harus ditelusuri apakah terjadi dalam proses distribusi atau di area sekolah.
“Terkait telur rebus, jika memang tidak diterima siswa, itu menjadi tanggung jawab penuh kami. Kami siap mengganti dan melakukan evaluasi menyeluruh agar hal seperti ini tidak terulang,” tegas pihak mitra.
Mitra SPPG Kuang kemudian memaparkan rincian nilai per item bahan baku menu hari itu: kedelai Rp1.000, kurma 4 biji Rp1.500, kue kacang Rp1.000, apel Rp4.000, dan telur rebus Rp2.500. Total nilai porsi besar mencapai Rp10.000 dan porsi kecil Rp8.000, di mana jumlah kurma disesuaikan tanpa mengurangi total standar anggaran.
Pada akhirnya, baik pihak mitra, sekolah, maupun wali murid sepakat bahwa kejadian ini hanya bentuk miskomunikasi yang dapat diselesaikan dengan dialog terbuka. Semua pihak menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk terus memperbaiki proses demi menyukseskan program MBG sebagai kebijakan prioritas Presiden untuk generasi emas Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan saling mengingatkan, Mitra SPPG Kuang menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas layanan dan memastikan setiap siswa di Kecamatan Taliwang menerima manfaat MBG secara optimal. Merdeka! (Kief/Hs)













