RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat Terima Kunjungan Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa

banner 120x600

Foto. Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov saat menerima kunjungan dari UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa

Sumbawa Barat | Menjelang pelaksanaan Medical Check Up (MCU) skala besar bagi karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat mendapat kunjungan verifikasi dari UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa. Verifikasi ini menjadi tahapan penting untuk memastikan rumah sakit siap mendukung mobilitas kebutuhan kesehatan pekerja industri pertambangan yang terus berkembang di daerah tersebut.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda pengawasan rutin. Tim Balai meninjau secara detail sarana prasarana, ruang pemeriksaan, hingga alur pelayanan yang disiapkan rumah sakit. Setiap ruangan dikunjungi, setiap alur ditelusuri, memastikan seluruh proses pemeriksaan memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam beberapa tahun terakhir, RSUD Asy-Syifa’ menjadi salah satu mitra utama bagi perusahaan industri di Sumbawa Barat, terutama dalam penyelenggaraan MCU karyawan. Karena itu, kesiapan teknis hingga kualitas pelayanan menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembenahan internal sejak jauh hari untuk menyambut pelaksanaan MCU. Mulai dari penataan ulang ruang layanan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“RSUD Asy-Syifa’ terus melakukan penguatan, baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Kami ingin memastikan layanan pemeriksaan berjalan lancar, aman, dan tidak mengganggu pelayanan umum bagi masyarakat,” jelasnya kepada media ini, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa seluruh tenaga kesehatan yang terlibat sudah mendapat pembekalan teknis agar prosedur MCU dilakukan secara seragam dan sesuai standar. Tujuannya, mempercepat proses pemeriksaan sekaligus menjaga kualitas layanan.

Menurut Andy, meningkatnya jumlah pekerja industri yang menjalani MCU setiap tahun menjadi tantangan sekaligus peluang bagi RSUD Asy-Syifa’.

“Kami ingin memastikan para pekerja merasa nyaman dan mendapat layanan yang profesional. Ini bagian dari komitmen kami sebagai penyedia layanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tim UPTD Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Pulau Sumbawa, Nur Asmunawarman, mengapresiasi upaya RSUD Asy-Syifa’ dalam memenuhi aspek teknis maupun pelayanan.

“Penataan ruang, kesiapan alat, serta koordinasi antar-unit menunjukkan perkembangan signifikan,” sebutnya.

Menurutnya, verifikasi ini tidak hanya menilai standar teknis, tetapi juga memastikan kenyamanan dan kecepatan layanan yang menjadi kebutuhan mendasar bagi para pekerja industri yang bekerja dengan ritme tinggi.

“Rumah sakit ini menunjukkan kesiapan yang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Kunjungan itu juga menjadi momentum evaluasi dan dialog terbuka antara Balai Pengawasan dan pihak rumah sakit. Beberapa catatan teknis disampaikan sebagai bagian dari penyempurnaan, sementara RSUD Asy-Syifa’ mencatat seluruh rekomendasi untuk ditindaklanjuti.

Ke depan, kerja sama antara RSUD Asy-Syifa’, Balai Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, serta AMNT diharapkan memperkuat sistem pelayanan kesehatan tenaga kerja di wilayah tersebut. Apalagi aktivitas industri pertambangan di Sumbawa Barat terus tumbuh dan menuntut layanan kesehatan yang profesional serta terstandarisasi.

Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, RSUD Asy-Syifa’ semakin menegaskan dirinya sebagai rumah sakit daerah yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat dan industri secara bersamaan. Bagi daerah, capaian ini menunjukkan bahwa layanan publik lokal mampu beradaptasi dan bersaing dalam ekosistem industri modern. (Kief-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *