Gubernur NTB: Lombok Tengah Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

banner 120x600

Hariansumbawa.com | Harapan baru bagi masa depan ekonomi masyarakat Lombok Tengah disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Ia menegaskan bahwa Lombok Tengah sedang disiapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat.

Pernyataan itu disampaikan Miq Iqbal saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Masjid Jami Praya, Jumat (6/3). Dalam suasana religius yang dihadiri masyarakat, gubernur memaparkan sejumlah rencana pembangunan strategis yang diyakini akan membawa perubahan besar bagi daerah tersebut.

Menurut Miq Iqbal, Lombok Tengah memiliki modal penting untuk berkembang pesat. Keberadaan Bandara Internasional Lombok serta Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika menjadi kekuatan utama yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah itu.

“Dengan dua infrastruktur strategis ini, Lombok Tengah memiliki peluang besar menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru di NTB,” ujar Miq Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, bahkan tengah mendorong pengembangan Bandara Lombok agar dapat berfungsi sebagai hub internasional. Bandara tersebut diharapkan menjadi pintu gerbang konektivitas kawasan timur Indonesia dengan negara-negara di sekitar Australia.

Tidak hanya itu, Bandara Lombok juga dirancang menjadi bandara multimoda pertama di Indonesia. Konsep ini akan mengintegrasikan transportasi udara dengan transportasi air melalui pesawat seaplane.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas waterbase di Bendungan Batujai yang nantinya akan menjadi titik operasional pesawat air.

Selain penguatan sektor transportasi udara, pemerintah juga merancang pembangunan jalur strategis yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dengan Pelabuhan Kayangan.

Menurut gubernur, jalur ini akan memangkas waktu tempuh logistik antar wilayah sekaligus menurunkan biaya distribusi berbagai komoditas masyarakat.

“Jalan dari Lembar ke Kayangan sekitar 15 kilometer sebagian besar berada di wilayah Lombok Tengah. Nantinya perjalanan bisa ditempuh sekitar dua jam saja,” jelasnya.

Ia menargetkan proyek tersebut dapat mulai dibangun setelah proses desain dan pembebasan lahan selesai. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan ditargetkan rampung pada 2028 atau paling lambat awal 2029.

Miq Iqbal menilai konektivitas yang lebih baik akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menekan biaya logistik.

“Kalau biaya transportasi lebih murah, maka distribusi komoditas seperti sapi, bawang, dan hasil pertanian lainnya juga ikut turun. Ini tentu akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menyambut positif berbagai rencana pembangunan yang disampaikan gubernur.

Menurutnya, program-program tersebut menjadi peluang besar bagi Lombok Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tentu sangat mendukung berbagai rencana pembangunan yang disampaikan Gubernur. Ini menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dukungan masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat, kami optimistis Lombok Tengah akan semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga,” tutupnya. (Admin02-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *