Bukito Resmi Dilaunching, Investasi Kuliner Ikut Gerakkan Pariwisata KSB

banner 120x600

Foto. Restoran Bukito Ramai Pengunjung Hari Pertama Launching

Sumbawa Barat | Investasi di sektor pariwisata dan kuliner di Kabupaten Sumbawa Barat terus menunjukkan geliat positif. Hal itu ditandai dengan resmi dilaunching Restoran Bukito di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Rabu (7/1/2026).

Kehadiran Restoran Bukito menambah deretan destinasi kuliner yang menopang pengembangan pariwisata daerah. Lokasinya yang berada di kawasan strategis Taliwang dinilai mampu menarik kunjungan masyarakat lokal sekaligus wisatawan dari luar daerah.

Peresmian restoran berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri tamu undangan dari berbagai kalangan. Momentum tersebut menjadi penanda masuknya investasi baru yang menyasar sektor jasa dan pariwisata di Sumbawa Barat.

Direktur Restoran Bukito, Ruud Frans Bruynen, menyampaikan bahwa Bukito hadir sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi pariwisata daerah. Ia menilai Sumbawa Barat memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di Sumbawa Barat. Karena itu, Bukito kami hadirkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang di sektor pariwisata,” ujar Ruud.

Menurutnya, Restoran Bukito tidak hanya diposisikan sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ruang temu yang mendukung pengalaman wisata. Pengunjung diharapkan dapat menikmati kuliner sekaligus suasana yang nyaman dan berbeda.

Pengembangan Bukito, kata Ruud, akan dilakukan secara bertahap. Selain peningkatan kualitas layanan, pihaknya juga akan memperkuat promosi agar Bukito semakin dikenal, termasuk di kalangan wisatawan mancanegara.

Konsep dan identitas Bukito berangkat dari pengalaman personal pendirinya, yang kemudian diterjemahkan menjadi filosofi tentang perlindungan, keberanian, dan keharmonisan dengan alam. Filosofi tersebut menjadi dasar dalam penataan konsep restoran yang terbuka dan ramah lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan tempat yang menyatu dengan alam, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati pengalaman,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ruud juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun usaha dan daerah. Menurutnya, investasi akan memberikan dampak lebih besar jika tumbuh seiring dengan masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Kertasari Syarifuddin, S.I.P menyambut baik kehadiran Restoran Bukito di wilayahnya. Ia menilai investasi tersebut membuka peluang kerja bagi warga desa serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kami berterimakasih kepada Bukito bisa menyerap tenaga kerja lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga Kertasari,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur PT BSS, Jitse Theoodor N. Druyts, menuturkan bahwa Restoran Bukito dirancang agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Selain rencana pembangunan mushola, tambahnya, pengelola juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk sebagai oleh-oleh. Produk seperti batik, madu, minyak Sumbawa, dan berbagai hasil lokal lainnya diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi pariwisata daerah.

“Harapannya, Bukito bisa menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” pungkas Jitse. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *