Dari Adu Mulut ke Aksi Penganiayaan, Empat Korban Alami Luka Berat di Maluk

banner 120x600

Foto. Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat, Iptu Firman Rinaldi, S.Tr.K., S.I.K.

Sumbawa Barat | Sebuah cekcok kecil di sebuah warung nasi di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berubah menjadi insiden penyerangan yang menyebabkan delapan orang terluka. Empat di antaranya mengalami luka cukup serius. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) ini memantik keprihatinan warga akan potensi kekerasan yang bisa muncul dari persoalan sepele.

Keributan bermula ketika sekelompok warga terlibat adu mulut dengan pihak lain di sebuah warung nasi di Kecamatan Maluk. Ketegangan sempat meninggi, namun tidak sampai menimbulkan perkelahian. Para korban memilih meninggalkan lokasi guna menghindari situasi yang makin keruh.

Mereka kemudian kembali ke rumah kontrakan di Dusun Batu Belawang, Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang. Situasi awalnya berjalan tenang. Tidak ada yang menyangka bahwa masalah yang dianggap selesai itu justru berbuntut panjang.

Beberapa saat kemudian, enam orang terduga pelaku diduga mendatangi kontrakan korban. Tanpa banyak bicara, para pelaku masuk ke salah satu kamar tempat para korban sedang beristirahat. Serangan pun terjadi secara tiba-tiba.

Dalam penyerangan itu, para pelaku diduga menggunakan senjata tajam dan benda tumpul. Aksi brutal tersebut membuat empat orang mengalami luka berat, sementara empat lainnya menderita luka ringan. Warga sekitar yang mendengar kegaduhan sempat memberikan pertolongan sementara sambil melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Polsek Sekongkang bergerak cepat. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengecek kondisi korban di puskesmas, serta berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Sumbawa Barat. Kecepatan respons aparat membuat situasi dapat segera dikendalikan.

Tidak lama berselang, enam orang terduga pelaku berhasil diamankan. Mereka berinisial SA (38), LJ (36), AS (25), AI (26), BM (35), dan RA (33). Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pisau, parang, celurit, serta besi tumpul yang diduga digunakan dalam penyerangan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa Barat, Iptu Firman Rinaldi, S.Tr.K., S.I.K., saat dikonfirmasi pada Kamis, ( 5/2/2026), membenarkan terjadinya insiden tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif penganiayaan tersebut berawal dari cekcok mulut di warung nasi. Perselisihan kecil itu kemudian merembet menjadi tindakan kriminal,” jelasnya.

Menurut Firman, salah satu terduga pelaku mengaku mendatangi kontrakan korban untuk meminta ganti rugi ponselnya yang rusak akibat terinjak saat keributan di warung. Namun, niat meminta pertanggungjawaban berubah menjadi bentrokan ketika emosi kedua belah pihak kembali terpancing.

“Situasinya memanas dan berujung pada aksi kekerasan. Para terduga pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul,” kata Firman panggilan akrab kasat.

Hingga kini, keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sumbawa Barat. Polisi memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, para korban mendapat perawatan medis untuk pemulihan luka-luka mereka.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan sepele bisa berujung petaka ketika emosi tidak dikelola dengan baik. Warga diimbau untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian yang damai demi menjaga keamanan bersama. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *