Foto. Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim
Taliwang, Hariansumbawa | Petani di wilayah Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, tengah menghadapi ancaman serius akibat gagal panen yang meluas. Kondisi ini dipicu oleh serangan hama dan penyakit tanaman yang diperparah oleh cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Dampak dari gagal panen tersebut tidak hanya dirasakan oleh petani secara individu, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat setempat. Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan hingga menyebabkan hasil panen menurun drastis.
Menanggapi kondisi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam menangani permasalahan yang dihadapi petani di Brang Ene.
Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lambat dalam merespons situasi yang sudah berdampak luas ini. Ia menilai, intervensi cepat sangat dibutuhkan guna mencegah kerugian yang lebih besar.
Menurut Iwan, salah satu langkah mendesak yang harus segera dilakukan adalah pengadaan obat-obatan pertanian untuk mengatasi serangan hama dan penyakit, serta penyediaan sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan petani.
“Pengadaan obat-obatan dan benih unggul adalah prioritas utama saat ini untuk meringankan beban petani, sekaligus membangun fondasi pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Iwan, Senin (30/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir secara nyata di tengah petani yang sedang mengalami kesulitan. “Jangan biarkan petani berjuang sendiri menghadapi kondisi ini, karena ini menyangkut hajat hidup banyak orang,” tegasnya.
Selain langkah darurat, DPRD juga mendorong Pemkab untuk menyiapkan strategi jangka panjang. Di antaranya melalui penyediaan benih yang tahan terhadap hama dan penyakit, peningkatan kualitas infrastruktur irigasi, serta penguatan edukasi kepada petani terkait praktik pertanian berkelanjutan.
Iwan menambahkan bahwa perubahan iklim yang semakin tidak menentu harus diantisipasi dengan pendekatan pertanian yang lebih adaptif, sehingga petani memiliki ketahanan menghadapi berbagai risiko ke depan.
DPRD berharap Pemkab Sumbawa Barat segera merespons desakan ini dengan langkah nyata di lapangan. Bantuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan dinilai sangat penting untuk memulihkan kondisi petani serta menjaga ketahanan pangan daerah tetap stabil. (Admin01-Hs)













