Sumbawa Barat | Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus mempercepat realisasi program Pariwisata Kerakyatan yang diproyeksikan menjadi klaster baru penggerak ekonomi masyarakat. Salah satu program prioritas yang segera dikerjakan yakni pembangunan Jogging Track Tiu Suntuk sepanjang 5 kilometer di Kecamatan Brang Ene.
Pembangunan kawasan wisata tersebut kini memasuki tahapan awal pelaksanaan. Pemerintah daerah memastikan proses lelang proyek akan segera dimulai setelah rangkaian sosialisasi kepada masyarakat rampung dilaksanakan.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, mengatakan pembangunan Jogging Track Tiu Suntuk menjadi langkah awal menghadirkan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, konsep yang dibangun tidak hanya berorientasi pada destinasi wisata, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
“InsyaAllah, dua minggu ke depan kita akan mulai proses lelang. Kita ingin ini segera berjalan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” ujar Bupati saat sosialisasi Pariwisata Kerakyatan di Desa Mura, Jumat malam (01/05/2026).
Ia menjelaskan, selama ini sektor pariwisata di Sumbawa Barat menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan konektivitas serta belum masuknya daerah tersebut dalam kawasan strategis nasional pariwisata. Karena itu, pemerintah daerah memilih menghadirkan konsep pariwisata yang langsung menyentuh masyarakat.
“Selama ini pariwisata kita sulit berkembang karena keterbatasan konektivitas dan bukan kawasan strategis nasional. Maka kita hadirkan solusi, yakni pariwisata kerakyatan yang langsung menyentuh masyarakat,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Bupati menyebut kawasan jogging track nantinya akan dilengkapi sejumlah checkpoint yang menjadi titik aktivitas ekonomi masyarakat. Di lokasi tersebut, warga dapat membuka usaha kuliner, menyediakan fasilitas pendukung wisata, hingga mengelola berbagai layanan melalui BUMDes.
Pemerintah daerah juga memastikan aktivitas pertanian masyarakat tidak akan terganggu dengan hadirnya kawasan wisata tersebut. Sebaliknya, kehidupan petani dan aktivitas pertanian justru akan menjadi bagian dari daya tarik utama yang ditawarkan kepada wisatawan.
“Petani tetap menanam, tetap bekerja. Justru itu nilai jualnya. Wisatawan akan melihat langsung kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Ia menilai konsep wisata berbasis aktivitas masyarakat akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Brang Ene. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dari sisi infrastruktur, tetapi juga peningkatan pendapatan masyarakat.
Di akhir pemaparannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Brang Ene mendukung penuh program Pariwisata Kerakyatan agar dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi fondasi ekonomi baru daerah di masa mendatang.
“Saya sangat berharap dukungan dari masyarakat Brang Ene. Ini bukan untuk pemerintah, ini untuk kita semua. Untuk ekonomi kita ke depan,” tegasnya. (Admin01-Hs)













