Pemkab Sumbawa Barat Usulkan Penyertaan Modal Bank NTB 400 M

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tengah menyiapkan langkah strategis dalam menjaga stabilitas fiskal jangka panjang. Salah satunya melalui rencana penambahan penyertaan modal ke Bank NTB Syariah yang kini tengah dibahas dalam draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Nilainya cukup besar, Rp400 miliar, namun dirancang dengan pendekatan bertahap dan penuh kehati-hatian.

Sekretaris Daerah KSB drh. Hairul Jibril, MM, menegaskan bahwa rencana penambahan modal tersebut bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Menurutnya, angka Rp400 miliar itu telah melalui kajian investasi yang mempertimbangkan potensi fiskal KSB secara realistis. “Jadi tidak ujug-ujug kita munculkan angka itu. Semua berbasis kajian,” ujarnya dengan tenang melalui via telpon, Jum’at (6/2/2026).

Sekda Hairul menekankan bahwa penyertaan modal sebesar itu tidak akan dibebankan dalam satu tahun anggaran. Pemkab merancang skema berjangka yang fleksibel, mengikuti kemampuan fiskal daerah. “Kalau nanti diputuskan lima tahun, maka lima tahun itu target kita untuk memenuhi Rp400 miliar. Bukan langsung pada satu tahun anggaran,” jelasnya.

Ia memastikan Pemerintah Daerah tidak akan mengambil langkah yang mengganggu stabilitas keuangan. Setiap tahun, alokasi anggaran akan disesuaikan berdasarkan kapasitas riil APBD. “Bisa saja tahun ini kita hanya menyiapkan Rp10 miliar atau bahkan Rp1 miliar. Kalau itu kemampuan keuangan kita, ya tidak apa-apa,” kata Sekda Hairul.

Dalam penjelasannya, Sekda Hairul mencontohkan pengalaman sebelumnya. Pemkab KSB pernah menargetkan penyertaan modal Rp100 miliar dalam lima tahun ke Bank NTB Syariah. Namun karena kondisi fiskal saat itu, target baru dapat dipenuhi setelah melewati batas waktu Perda. “Dan itu tidak masalah, karena ada klausul yang memungkinkan penyelesaian pada tahun berikutnya,” ungkapnya.

Menurut Sekda Hairul, investasi melalui bank daerah adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun fondasi fiskal yang kuat. Ia percaya bahwa keberadaan penyertaan modal dapat menjadi instrumen yang menopang kesehatan dan stabilitas keuangan KSB ke depan.

“Ini bagian dari hajat besar daerah. Kita ingin memastikan KSB memiliki instrumen yang mampu menjaga keseimbangan fiskal dalam jangka panjang,” tegasnya. Sikap hati-hati ini, kata Sekda Hairul, menjadi prinsip utama dalam setiap keputusan investasi yang diambil Pemda.

Lebih jauh, jika rencana penambahan penyertaan modal Rp400 miliar ini disetujui DPRD KSB, maka total investasi Pemkab KSB di Bank NTB Syariah akan mencapai Rp500 miliar. Angka tersebut berpotensi menjadikan KSB sebagai daerah dengan penyertaan modal terbesar di bank milik daerah tersebut.

Sekda Hairul melihat hal itu bukan semata soal besarnya angka, tetapi tentang kesiapan KSB menyiapkan instrumen ekonomi yang memberikan manfaat jangka panjang. “Yang terpenting adalah keberlanjutan fiskal dan manfaat bagi masyarakat. Itu yang selalu kita jaga,” tuturnya.

Dengan pendekatan bertahap, penuh kalkulasi, dan berorientasi keberlanjutan, Pemkab KSB berharap rencana penyertaan modal ini menjadi langkah strategis yang berkontribusi pada stabilitas fiskal daerah. Dan di balik angka-angka besar itu, terdapat ketenangan dan kehati-hatian dari seorang Sekda yang memastikan setiap kebijakan berdiri di atas perhitungan matang. (Kief/Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *