Petani Terlibat, Anak Sehat, Ekonomi Bergerak: Gubernur NTB Tegaskan Dampak MBG

banner 120x600

Foto. Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN)

Mataram, Hariansumbawa – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan bukan sekadar agenda distribusi makanan, tetapi sebagai gerakan besar yang menghubungkan dapur keluarga, sekolah, pelaku usaha, dan petani. Hal itu disampaikan Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal dalam rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional yang digelar di ruang rapat Bank NTB Syariah, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Dadang Hendrayudha, jajaran Forkopimda NTB, Plh Sekda NTB, Ketua Satgas MBG kabupaten/kota, dan pimpinan OPD terkait. Diskusi berlangsung intens dan holistik, menekankan pentingnya program ini tidak hanya dipahami sebagai angka, tetapi sebagai kerja bersama lintas sektor.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa sejak awal MBG dirancang sebagai ekosistem yang saling menguatkan, bukan program karitatif yang berjalan sendiri. Anak-anak mendapat asupan gizi lebih baik, sementara orang tua dan pelaku UMKM memperoleh akses kerja yang stabil.

Data yang disampaikan dalam pertemuan itu menunjukkan dampak signifikan MBG di NTB. Hingga hari ini, program tersebut telah menjangkau 1.793.423 penerima manfaat, didukung oleh 670 Sentra Pengolahan Pangan Bergizi, 2.719 mitra pemasok, serta menyerap 31.509 tenaga kerja lokal selama sepuluh bulan berjalan.

Menurut Gubernur, manfaat program ini sangat terasa di level akar rumput. Banyak ibu-ibu rumah tangga kini terlibat sebagai tenaga pengolahan pangan, sementara pelaku UMKM memperoleh peningkatan pesanan secara rutin.

Tidak hanya itu, petani kini memiliki pasar yang lebih pasti. Komoditas seperti jagung, telur, sayur, hingga ikan yang sebelumnya sulit dipasarkan, kini terserap secara rutin oleh dapur-dapur MBG. “Harga jual meningkat, distribusi lebih lancar, dan petani lebih tenang dalam merencanakan produksi,” ujar Gubernur Iqbal.

Ia menilai bahwa keberlanjutan pasar bagi petani merupakan salah satu efek terbesar dari hadirnya program ini. Selain memberikan pendapatan lebih stabil, hal itu juga meningkatkan kualitas bahan pangan yang dikirim ke sentra pengolahan.

Meski demikian, Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa NTB memiliki tantangan geografis unik. Dengan ratusan pulau berpenghuni dan banyak wilayah 3T, distribusi bahan pangan dan pengendalian harga harus terus dijaga. “Jangan sampai peningkatan permintaan malah memicu kenaikan harga di desa,” jelasnya.

Oleh karena itu, monitoring harga, manajemen pasokan, serta efisiensi distribusi menjadi agenda utama pemerintah daerah bersama Satgas MBG. Upaya ini disebut penting agar ekosistem MBG tetap sehat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Gubernur juga menekankan perlunya kerja yang “tenang, terukur, dan nyata manfaatnya”. Ia menyebut masyarakat harus merasakan langsung hasil program MBG di meja makan mereka, bukan hanya melalui laporan atau angka statistik.

Ia berharap kolaborasi lintas pihak yang telah terbentuk melalui program ini semakin diperkuat. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal, MBG diyakini dapat menjadi pilar penting pembangunan manusia di NTB.

“Kita ingin anak-anak sehat, ibu-ibu berdaya, petani tersenyum, dan ekonomi desa bergerak. Inilah wajah kerja pemerintah yang seharusnya: hadir, memberi rasa aman, dan memberi nilai tambah,” tutup Gubernur Iqbal. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *