Politisasi Kebakaran Alas Disorot, Aktivis NTB: Bantuan Gubernur dan AMMAN Sudah Lama Disalurkan

banner 120x600

Foto. Aktivis NTB, Lahmudin Blank

Hariansumbawa.com  | Kebakaran hebat yang melanda puluhan rumah warga di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Di tengah upaya pemulihan, berbagai bantuan kemanusiaan mulai mengalir dari sejumlah pihak untuk meringankan beban para penyintas.

Pemerintah Provinsi NTB tercatat menjadi salah satu pihak yang bergerak cepat dalam merespons bencana tersebut. Selain itu, perusahaan tambang PT AMMAN juga telah lebih awal menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Namun di tengah proses distribusi bantuan, muncul narasi di media sosial yang menuding minimnya keterlibatan Pemprov NTB dan Gubernur NTB. Narasi tersebut memicu polemik dan menimbulkan persepsi publik yang dinilai tidak sepenuhnya berdasar.

Aktivis NTB, Lahmudin Blank, angkat bicara menanggapi situasi tersebut. Ia menilai berkembangnya narasi yang menyudutkan pemerintah dan pihak perusahaan merupakan bentuk disinformasi yang tidak bertanggung jawab.

“Kita cukup miris melihat maraknya disinformasi di media sosial. Ada oknum yang menuduh minimnya keterlibatan Gubernur NTB dan PT AMMAN, padahal bantuan sudah disalurkan sejak awal,” ujar Lahmudin Blank, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan bahwa bantuan dari Pemprov NTB dan PT AMMAN bukan sekadar wacana, melainkan telah terealisasi di lapangan. Hal itu, menurutnya, dapat diverifikasi melalui pemberitaan media lokal maupun kesaksian langsung masyarakat terdampak.

Foto Ist. Bukti PT Amman saat menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas

“Faktanya bantuan sudah ada dan dirasakan masyarakat. Ini bukan klaim sepihak, tapi bisa dilihat dari berbagai publikasi dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Blank mengingatkan agar solidaritas kemanusiaan tidak ditarik ke dalam kepentingan tertentu. Ia menilai bencana seharusnya menjadi ruang empati, bukan arena membangun opini yang berpotensi memecah kepercayaan publik.

“Kalau ingin membantu, silakan. Tapi jangan membangun narasi yang menyesatkan dan menyudutkan pihak lain dengan tuduhan yang tidak berdasar,” katanya.

Secara terpisah, data lapangan menunjukkan bahwa bantuan dari PT AMMAN meliputi kebutuhan dasar seperti mie instan, air mineral, telur, perlengkapan bayi, pakaian, hingga perlengkapan tidur seperti kasur, bantal, dan selimut.

Distribusi bantuan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan mendesak para korban terpenuhi dalam masa tanggap darurat. Sejumlah warga pun telah menerima bantuan tersebut secara langsung.

Di sisi lain, peran dunia usaha dalam penanganan bencana kembali menjadi sorotan. Tidak hanya dalam konteks bantuan darurat, tetapi juga kontribusi jangka panjang terhadap pembangunan daerah.

Blank menilai keberadaan PT AMMAN di NTB memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penggerakan sektor UMKM dan pembangunan infrastruktur.

“Kontribusi mereka nyata, bukan hanya saat bencana. Jadi jangan sampai ada upaya untuk menihilkan peran tersebut demi kepentingan tertentu,” ujarnya.

Dengan situasi yang berkembang, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama terkait isu-isu kemanusiaan yang sensitif. Transparansi dan verifikasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Di tengah duka yang masih dirasakan para korban, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan dan memastikan bantuan tepat sasaran. (Kief-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *