Foto. Pimpinan Daerah Pemuda NW KSB, Syamsul Anwar, S.KM saat berbagi dengan anak-anak yatim piatu di panti asuhan
Sumbawa Barat | Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Pimpinan Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama Muslimat NW KSB. Dalam rangka menyambut Hari Jadi NW ke-73 tahun, keduanya turut mengambil bagian dalam gerakan nasional pembagian 73.000 takjil serentak di seluruh Indonesia pada Ramadan 1447 Hijriah.
Namun di KSB, kegiatan berbagi tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda. Pemuda NW KSB memilih menyalurkan takjil dan paket sembako langsung kepada anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, agar bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Tiga panti asuhan di Kecamatan Taliwang menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut, yakni Panti Asuhan Al-Balaad, Panti Asuhan Baiti Nurjannah Pakirum, dan Panti Asuhan Baiti Sakinah KTC. Kehadiran para pengurus Pemuda NW dan Muslimat NW disambut hangat oleh para pengasuh serta anak-anak panti yang tampak antusias.
Pimpinan Daerah Pemuda NW KSB, Syamsul Anwar, S.KM mengatakan bahwa keputusan untuk tidak membagikan takjil di jalan raya merupakan pilihan yang didasari oleh keinginan menghadirkan kepedulian yang lebih mendalam.
Menurutnya, berbagi di jalan memang baik, tetapi ia ingin momentum Ramadan benar-benar dimanfaatkan untuk menyapa dan menguatkan mereka yang hidup dengan berbagai keterbatasan, khususnya anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran orang tua.

“Kami ingin berbagi dengan cara yang lebih bermakna. Anak-anak yatim ini bukan hanya membutuhkan makanan untuk berbuka, tetapi juga perhatian, kehangatan, dan rasa bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Syamsul dengan penuh empati kepada media ini, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menuturkan bahwa Ramadan adalah bulan yang mengajarkan manusia untuk lebih peka terhadap penderitaan dan kebutuhan orang lain. Karena itu, Pemuda NW KSB berupaya menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial yang lahir dari nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam.
Dalam suasana penuh kehangatan tersebut, para pengurus Pemuda NW dan Muslimat NW tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak panti, bercengkerama dan mendengarkan cerita mereka menjelang waktu berbuka puasa.
Syamsul berharap kehadiran mereka di panti asuhan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak yang sedang menjalani Ramadan jauh dari keluarga.

“Kami ingin adik-adik di panti merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli dan menyayangi mereka. Semoga kebersamaan kecil ini bisa menjadi kebahagiaan bagi mereka,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat pengabdian yang diwariskan dalam perjuangan Nahdlatul Wathan, yaitu menghadirkan manfaat bagi umat dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Bagi Pemuda NW KSB, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai waktu terbaik untuk menumbuhkan empati dan menebar kebaikan kepada sesama.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya ketika kita menerima, tetapi ketika kita mampu berbagi dengan tulus,” tutup Syamsul.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, Pemuda NW KSB dan Muslimat NW KSB berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh, tidak hanya pada momen peringatan hari jadi organisasi atau bulan Ramadan, tetapi menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (Kief/Hs)













