Sidak Pasar Tana Mira, Bupati KSB Pastikan Relokasi Pedagang Berjalan Lancar dan Humanis

banner 120x600

Foto. Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST.,M.Si saat turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tana Mira

Taliwang, Hariansumbawa | Pagi itu, suasana Pasar Tana Mira tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah aktivitas jual beli yang mulai menggeliat, Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST.,M.Si hadir langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), memastikan proses relokasi pedagang berjalan sebagaimana mestinya.

Didampingi sejumlah kepala OPD, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Perkim dan Nakertrans, Bupati menyusuri lorong-lorong pasar yang kini mulai tertata rapi. Kehadiran rombongan pemerintah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen memastikan kebijakan relokasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pedagang.

Satu per satu lapak disambangi. Bupati menyapa pedagang sayur, daging, dan ikan yang telah lebih dulu menempati bangunan baru. Dialog hangat pun terjalin—tentang harapan, keluhan, hingga semangat mereka memulai kembali aktivitas di tempat yang lebih layak.

Dalam peninjauannya, Bupati H. Amar tidak hanya melihat dari kejauhan, tetapi juga mencermati langsung kondisi fasilitas pasar. Ia memastikan jalur distribusi pembeli berjalan lancar, lapak tertata sesuai peruntukan, serta aktivitas perdagangan berlangsung tertib tanpa hambatan berarti.

Di bagian depan pasar, perhatian Bupati turut tertuju pada deretan ruko pedagang emas. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut akan segera direnovasi agar lebih representatif, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga meningkatkan daya tarik dan estetika pasar secara keseluruhan.

“Fasilitas yang sudah dibangun ini harus kita jaga bersama. Saya melihat kondisi pasar sekarang jauh lebih tertata, dan ini tentu memudahkan masyarakat saat berbelanja,” ujar Bupati, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pedagang.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Sumbawa Barat, Erny Patriani, SE menjelaskan bahwa proses relokasi dilakukan secara bertahap sejak 1 hingga 3 April 2026. Fokus awal diarahkan pada pedagang kebutuhan pokok seperti sayur, buah, daging, dan ikan yang menjadi tulang punggung aktivitas pasar.

Untuk pedagang konveksi, kosmetik, dan sembako, proses pemindahan akan dilanjutkan setelah pemasangan rolling door selesai. Targetnya, seluruh pedagang sudah menempati lapak masing-masing paling lambat 6 April 2026, sehingga aktivitas pasar dapat berjalan normal tanpa gangguan.

Erny juga menekankan bahwa penataan dilakukan secara sistematis dan transparan. Mulai dari pendataan ulang pedagang, pembagian lapak berukuran 3×3 meter, hingga penempatan melalui sistem undian nomor urut—semuanya dirancang untuk menjamin rasa keadilan di antara para pedagang.

Namun, di balik progres tersebut, masih ada sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi. Sekitar 40 pedagang sayuran tercatat belum mendapatkan lapak karena sebelumnya tidak terdata atau merupakan pedagang baru. Di sisi lain, persoalan teknis seperti genangan air di lapak daging dan ikan, serta belum optimalnya penerangan di beberapa blok konveksi, juga menjadi perhatian serius.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh kekurangan tersebut akan ditangani secara bertahap. Pembenahan terus dilakukan agar Pasar Tana Mira benar-benar menjadi ruang ekonomi yang layak, bersih, dan nyaman bagi semua pihak.

Menutup kegiatan tersebut, pihak UPTD mengajak seluruh pedagang untuk turut menjaga hasil pembangunan ini. Disiplin dalam menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mematuhi aturan yang ada menjadi kunci agar pasar ini tidak hanya ramai, tetapi juga berkelanjutan dan manusiawi bagi semua. (Admin01-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *