Tak Ada Alasan Menunda, DPRD KSB Minta Jalan Maluk–Sekongkang Mulai Dibangun pada 2026

banner 120x600

Taliwang, Hariansumbawa | DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik ruas jalan Maluk–Sekongkang setelah dokumen Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut dipastikan rampung melalui APBD Perubahan 2025. DPRD menilai tidak ada lagi alasan untuk menunda realisasi salah satu proyek infrastruktur strategis yang telah lama dinantikan masyarakat pesisir selatan.

Ketua Komisi III DPRD KSB, H. Basuki AR, SE, mengatakan selesainya DED menjadi tahapan penting karena seluruh perencanaan teknis telah tersedia. Menurut dia, fokus berikutnya adalah memastikan dukungan anggaran dari Pemprov NTB agar pekerjaan fisik dapat dimulai pada 2026.

“DED Jalan Maluk–Sekongkang sudah selesai dalam APBD Perubahan 2025. Insya Allah kita perjuangkan di APBD Provinsi agar pembangunan fisiknya bisa dikerjakan pada tahun 2026 atau awal 2027,” tegas Basuki kepada media ini, Senin, 1 Juli 2026.

Basuki menjelaskan, DED merupakan dokumen teknis yang menjadi acuan utama pelaksanaan konstruksi di lapangan. Dengan selesainya dokumen tersebut, kata dia, proses pembangunan kini bergantung pada komitmen pemerintah provinsi dalam menyediakan anggaran pelaksanaan proyek.

“Sekarang yang dibutuhkan adalah kepastian dukungan anggaran sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai sesuai tahapan yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia menilai ruas Maluk–Sekongkang merupakan kebutuhan mendesak karena selama ini masyarakat pesisir selatan hanya mengandalkan satu akses jalan yang kondisinya belum memadai. Menurut Basuki, keberadaan jalan baru akan memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Basuki juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berencana membuka jalur wisata Balas–Kemuning–Lawar pada tahun ini. Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif penghubung yang memperkuat akses Maluk–Sekongkang dan mendukung mobilitas masyarakat.

“Dengan dibukanya jalan wisata Balas–Kemuning–Lawar, nantinya akan tersedia dua jalur penghubung Maluk–Sekongkang yang dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata,” katanya.

Menurut Basuki, kehadiran dua jalur penghubung akan menjadi terobosan penting bagi kawasan pesisir selatan KSB. Selain mengurangi ketergantungan pada satu akses jalan, kondisi tersebut juga diyakini mampu mempercepat distribusi barang, memperlancar aktivitas masyarakat, serta meningkatkan daya tarik destinasi wisata di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Basuki memastikan pembangunan ruas jalan Maluk–Jereweh di kawasan Polamata tetap menjadi prioritas pengawasan DPRD. Ia menyebut penyelesaian proyek tersebut ditargetkan paling lambat pada September 2026 agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kami berharap kontraktor dapat melaksanakan proyek ini dengan sungguh-sungguh dan sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” pungkasnya. ( Admin01-HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *