UTS Jalin Internasionalisasi Kampus Lewat Visit University dan Seminar Internasional di UTM Malaysia

banner 120x600

Foto. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melaksanakan visit university ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

Johor Bahru, Malaysia | Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memperkuat langkah internasionalisasinya melalui kegiatan visit university dan seminar internasional di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Agenda ini menjadi momentum penguatan jejaring akademik, kolaborasi riset, serta perluasan wawasan global bagi dosen dan mahasiswa UTS.

Rombongan UTS diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan UTM. Dalam forum tersebut, perwakilan UTS Muammar Khadafie menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dan kekuatan nilai keilmuan dalam membangun reputasi perguruan tinggi.

Ia membuka sambutannya dengan pepatah Tiongkok: “Sungai tak perlu dalam jika ada naganya, gunung tak perlu tinggi jika ada dewanya.” Menurutnya, pepatah ini menjadi pengingat bahwa kebesaran universitas tidak ditentukan oleh kemegahan fisik, tetapi oleh integritas akademik, kekuatan ilmu pengetahuan, serta kontribusi terhadap peradaban.

Seminar Internasional: Inovasi Bahasa Lokal untuk Ekomaritima Hiu Paus

Pada rangkaian kegiatan tersebut, UTS juga menggelar seminar internasional dengan menghadirkan Dr. Suparman, S.Pd., M.Pd. BI., sebagai pembicara utama. Ia membawakan materi berjudul:

“PBC Maritime Innovation: Language Local Innovation for Whale Shark Ecomaritime Based on Faster, Better, Cheaper in Sumbawa Regency.”

Dalam presentasinya, Dr. Suparman menyoroti peran strategis bahasa lokal sebagai instrumen kultural yang menjaga harmony between the ocean and culture dalam pengelolaan ekomaritima hiu paus di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, bahasa lokal bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga penjaga nilai, etika lingkungan, dan kesadaran kolektif masyarakat pesisir mengenai keberlanjutan laut.

Ia mengurai konsep PBC (Faster, Better, Cheaper) sebagai pendekatan inovatif yang relevan untuk pengelolaan sumber daya maritim:

• Faster — efisiensi edukasi dan respons kebijakan berbasis komunitas lokal;

• Better — peningkatan kualitas pengelolaan berkelanjutan yang berpilar pada kearifan lokal;

• Cheaper — optimalisasi sumber daya lokal tanpa ketergantungan berlebih pada teknologi mahal.

“Bahasa lokal mampu menjadi jembatan antara pengetahuan tradisional dan inovasi modern dalam menjaga keberlanjutan hiu paus sebagai kekayaan ekomaritima,” ujar Dr. Suparman.

Memperkaya Perspektif Global Mahasiswa dan Dosen

UTS menilai bahwa seminar internasional ini memperluas perspektif akademik sivitas kampus sekaligus memperkenalkan praktik inovasi berbasis lokal yang relevan dengan isu-isu global, mulai dari konservasi laut hingga pembangunan berkelanjutan.

Mengarah pada Kolaborasi Jangka Panjang

Kegiatan visit university ini diharapkan menjadi pintu pembuka untuk berbagai bentuk kerja sama strategis antara UTS dan UTM—mulai dari riset kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, hingga pengembangan inovasi maritim berbasis kearifan lokal. (Admin02-Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *